Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JPPR Nilai Akan Ada Gejolak Nasional Jika Pilkada Serentak Diadakan 2024

Pasalnya, pada tahun yang sama akan terjadi Pemilu Serentak untuk memilih DPD, DPRD, DPR dan Presiden.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in JPPR Nilai Akan Ada Gejolak Nasional Jika Pilkada Serentak Diadakan 2024
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz memprediksi akan ada gejolak nasional yang sangat tinggi ketika Pilkada Serentak tetap diadakan pada tahun 2024.

Pasalnya, pada tahun yang sama akan terjadi Pemilu Serentak untuk memilih DPD, DPRD, DPR dan Presiden.

"Persoalannya adalah ada dua pemilu dalam tahun yang sama. Ini akan menimbulkan gejolak nasional yang tinggi," ujar Hafidz saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Padahal, kata Masykurudin, pilkada serentak seharusnya memiliki jeda setidaknya 2,5 tahun dari pemilu serentak.

Menurutnya, kepentingan politik akan sangat tinggi saat pilkada diselenggarakan.

"Pemenang pemilu, akan menjadi pemenang pilkada seluruh Indonesia. Itu sudah pasti. Sehingga menguasai pusat dan menguasai daerah," tambahnya.

Dia meminta agar DPR dapat mengubah poin tersebut sebagaimana yang ditulis pada undang-undang sebelumnya yang menyatakan bahwa pilkada serentak berada di tahun 2027.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas