Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BMT Wakaf Pertama di Indonesia Diluncurkan, Siap Berdayakan Wakaf Produktif

Baitul Maal Wat Tamwil Wakaf berkonsep full wakaf siap beroperasi memberdayakan program wakaf produktif.

BMT Wakaf Pertama di Indonesia Diluncurkan, Siap Berdayakan Wakaf Produktif
Dokumentasi BMT Wakaf
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Badan Wakaf Indonesia HM Nadratuzzaman Hosen (kanan) memberikan surat tanda bukti pendaftaran nazhir kepada CEO Yayasan Investa Cendekia Amanah Muhammad Lukman Masyhuri (kiri) usai peluncuran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf di Jakarta, Rabu (22/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baitul Maal Wat Tamwil Wakaf berkonsep full wakaf siap beroperasi memberdayakan program wakaf produktif.

Pendiri Yayasan Investa Cendekia Amanah, KH Cholil Nafis, mengatakan ide dasar BMT Wakaf berawal dari keinginan mengoptimalkan potensi dana wakaf di tanah air melalui lembaga keuangan syariah.

 "Kami ingin memulai lembaga kuangan mikro yang bisa mengelola wakaf secara produktif, memberdayakan masyarakat sekitar, guna pengembangan ekonomi umat di tanah air,” ujar Kiai Cholil dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com, Kamis (23/6/2016).

Ia menjelaskan Indonesia sudah memiliki konsep bank wakaf, lalu Islamic Development Bank memiliki bidang atau segmen khusus yang mengelola wakaf produktif. 

Mengaca pada hal tersebut, berdirilah BMT Wakaf yang secara khusus mengelola dana wakaf dimulai dari tingkat akar rumput. Konsep BMT Wakaf dipilih berdasarkan basis ekonomi Indonesia yaitu UKM (Usaha Kecil Menengah).

“Karena UKM pinjam ke bank biayanya cukup mahal, maka dengan konsep BMT Wakaf ini, pengusaha kecil bisa memanfaatkan pembiayaan syariah dengan dana wakaf, sehingga bisa menjadi murah,” lanjut Cholil.

BMT Wakaf yang diluncurkan pada Rabu (22/6/2016), merupakan pengembangan dari BMT Investa Cendekia Amanah yang sudah didirikan sejak beberapa tahun lalu.

BMT Wakaf ICA ini tetap akan menjalankan fungsi roda bisnisnya selama  ini. Yang berubah, hanyalah basis pendanaannya yang akan secara kuat ditopang oleh pengelolaan dana wakaf produktif.

“Mereka yang butuh fasilitas pembiayaan akan mendapatkan pembiayaan dari dana wakaf yang ada di BMT Wakaf ICA ini. Selain memberikan pembiayaan, kami juga akan membina soft skill mereka, sehingga nantinya mereka bisa menjadi berdaya,” jelas CEO Yayasan ICA, Muhammad Lukman Masyhuri.

Berdirinya BMT full wakaf, maka BMT ICA siap menerima dana wakaf dari berbagai pihak, untuk nantinya dikelola guna memberdayakan ekonomi masyarakat di tanah air.

“Kami terbuka untuk menerima dana wakaf untuk nantinya kami kelola sehingga bisa mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” jelas Lukman.

Cholil menambahkan, keberadaan BMT Wakaf ICA diharapkan bisa turut menginspirasi optimalisasi pengelolaan wakaf produktif di Indonesia.

“Di Indonesia kita banyak memiliki potensi wakaf, mulai dari potensi mesjid, potensi pesantren, potensi sekolah atau madrasah, dan lain-lain. Semuanya akan kita dorong pengembangannya melalui BMT Wakaf ICA," imbuh Cholil.

Penulis: Y Gustaman
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas