Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Eksekusi Mati Malam Jumat Kliwon, Begini Reaksi Masyarakat di Nusakambangan

Rumah Kendar hanya berjarak beberapa meter dari Dermaga Wijaya Pura

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Eksekusi Mati Malam Jumat Kliwon, Begini Reaksi Masyarakat di Nusakambangan
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Enam personel polisi dari Sabhara Polda Jawa Tengah, berjaga di sekitar pintu masuk penyebrangan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2016) 

Laporan Wartawan Tribunnews, A Prianggoro

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Pelaksanaan eksekusi mati terhadap 14 terpidana yang rencananya akan dilangsungkan Kamis (28/07/2016) malam, tak mempengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Warga setempat, Kendar (34) mengatakan bila masyarakat sudah terbiasa dengan adanya pelaksanaan eksekusi mati terhadap sejumlah terpidana.

"Ini (pelaksanaan eksekusi mati) bukan yang pertama kalinya. Masyarakat tidak takut, meski kali ini pelaksanaannya pada malam Jumat Kliwon yang biasanya dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat mistis," kata Kendar saat ditemui di rumahnya di Kampung Wijaya Pura, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/07/2016).

Rumah Kendar hanya berjarak beberapa meter dari Dermaga Wijaya Pura, akses utama menuju Pulau Nusakambangan.

Kendar menceritakan bila di sekitar area dermaga dan Pulau Nusakambangan memang dikenal angker.

"Saya beberapa kali melihat mahluk gaib. Pernah melihat kuntilanak, kemudian sosok sosok pria yang jelas bukan manusia. Tetapi saya dan masyarakat di sini sudah terbiasa dan tidak takut," kata lelaki yang juga punya warung makan di dekat Dermaga Wijaya Pura.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Kendar, masyarakat di kampungnya punya kepercayaan bila ada seseorang meninggal pada malam Jumat Kliwon justru sebagai 'hari baik'.

"Jadi konon warga percaya kalau ada orang meninggal pada malam Jumat Kliwon malah banyak temannya," ungkap Kendar.

Pendapat serupa juga diungkapkan Sukesih (54), warga Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan.

Wanita yang sudah memiliki lima cucu itu sudah terbiasa dengan 'keangkeran' Pulau Nusakambangan.

"Tidak ada yang perlu ditakuti. Setelah eksekusi mati, jenazah dibawa ke luar (dari Nusakambangan), dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas