Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bambang Widodo Umar Beri Masukan Buat KaBIN Baru Budi Gunawan

Ia mengingatkan ancaman terhadap keamanan semakin kompleks.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bambang Widodo Umar Beri Masukan Buat KaBIN Baru Budi Gunawan
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Wakapolri Komjen (Pol) Budi Gunawan meminta penyampaian misi dilakukan secara terbuka. Hal itu disampaikan Jenderal Bintang Tiga itu saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kepala BIN di ruang rapat Komisi I DPR dimulai. 

"Di Tiongkok, ketegangan di semenanjung korea, gejolak di Turki, konflik berkepanjangan di kawasan timur tengah dan Amerika Selatan," kata Budi Gunawan.

Selain itu, Budi mengingatkan hegemoni secara ekonomi harus diwaspadai dan dilakukan melalui forum kerjasama ekonomi.

Ia juga menyampaikan persaingan global dalam bidang politik, pertahanan, dan keamanan juga terjadi dalam bentuk ancaman perang proxy.

Sementara perkembangan teknologi informasi membuat penggunaan internet dan smartphone meningkat sehingga menimbulkan ancaman infiltrasi melalui dunia maya dan telekomunikasi dan informasi atau cyber war'.

Kemudian potensi yang juga perlu terus diwaspadai, perkembangan aliran ekstrim karena radikalisme, terorisme, dan fundamentalisme yang semakin meningkat.

"Dengan provokasi dan inflitrasi dari luar ke dalam negeri seperti ISIS dan jaringan teroris Santoso," katanya.

Adapula kelompok separatis ‎yang ingin memisahkan diri seperti Aceh dan Papua.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan, kelompok kriminal bersenjata baik luar maupun dalam negeri dapat mengancam keamanan WNI.

"Seperti WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina. Perkembangan aliran ekstrim kita juga terus meningkat dengan berbagai paham antipancasila serta komunisme," ungkapnya.

Ancaman lainnya, kata Budi Gunawan, sengketa di area perbatasan. Kemudian, pelaksanaan Pilkada serentak 2017-2018 dan pemilu legislasi 2019.

Ada pula potensi konflik sosial dan intoleransi, kejahatan yang teroganisir serta kondisi ekonomi yang masih rentan.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas