Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejagung Bantah Dana Eksekusi Mati Tahap III Rp 7 Miliar

Kejaksaan Agung membantah anggaran untuk pelaksanaan eksekusi mati tahap III tahun 2016 sebesar Rp 7 miliar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kejagung Bantah Dana Eksekusi Mati Tahap III  Rp 7 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jaksa Agung HM Prasetyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung membantah anggaran untuk pelaksanaan eksekusi mati tahap III tahun 2016 sebesar Rp 7 miliar.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan anggaran anggarannya tidak sebanyak yang diberitakan.

"Dana pelaksanaan eksekusi terhadap 14 terpidana mati yang tersedia dalam APBN sebesar Rp 2,8 miliar," kata Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Prasetyo mengatakan dana yang telah direalisasikan dalam eksekusi mati tahap ketiga sebesar Rp 1,7 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk seluruh tahapan kegiatan eksekusi mati termasuk persiapan pelaksanaan seperti rapat-rapat.

Dana juga digunakan untuk pelatihan regu tembak, akomodasi, dan konsumsi dalam rangkaian pelaksanaan eksekusi mati.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakan dia, meskipun dana yang terpakai dalam tahap persiapan digunakan untuk membiayai eksekusi 14 orang.

Namun, realisasi anggaran tersebut tetap bermanfaat.

"Karena dapat memperkecil biaya pengeluaran kebutuhan persiapan pelaksanaan eksekusi mati tahap selanjutnya," ujar Prasetyo.

Diketahui, empat terpidana mati kasus narkoba dieksekusi pada tanggal 29 Juli 2016 di Nusakambangan, Jawa Tengah.

Keempat terpidana itu yakni Freddy Budiman alias Budi Bin H Nanang Hidayat (WNI).

Kemudian Michael Titus Igweh (Nigeria), Humprey Ejike alias Doctor (Nigeria), dan Seck Osmane (Nigeria).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas