Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua MPR Angkat Bicara Soal Pernyataan Kapolri Ada Upaya Kuasai DPR

"Kelompok yang ingin coba-coba melanggar konstitusi akan berhadapan dengan MPR,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ketua MPR Angkat Bicara Soal Pernyataan Kapolri Ada Upaya Kuasai DPR
ist
Zulkifli Hasan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyebut adanya kelompok yang ingin menguasai DPR saat aksi demonstrasi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan kelompok yang melanggar konstitusi dengan menguasai DPR akan berhadapan dengan MPR.

"Kalau ada kelompok-kelompok yang ingin melakukan itu, kita ini kan negara yang sudah sepakat kita punya konstitusi, kelompok yang ingin coba-coba melanggar konstitusi akan berhadapan dengan MPR," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Zulkifli mengingatkan kelompok yang menggunakan cara inskonstitusional akan berhadapan dengan MPR.

Ketua Umum PAN itu pun berharap tidak ada masyarakat yang ingin melanggar konstitusi.

"Sudah kita serahkan semua ke penegak hukum," kata Zulkifli.

Rekomendasi Untuk Anda

Zulkifli juga menghimbau masyarakat tidak melakukan demonstrasi kembali.

Hal itu berkaca pada tuntutan saat demonstrasi 4 November 2016, dimana Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah ditetapkan menjadi tersangka dan dicegah keluar negeri.

"Kita beri kesempatan penegak hukum untuk melakukan proses hukum, saya menghimbau kepada seludruh masyarakat kita sudah jangan demo lagi," kata Zulkifli.

Sebelumnya, bertempat di Mabes Polri, Senin (21/11/2016) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo.

Dalam pertemuan itu, Kapolri dan Panglima TNI memberikan arahan ke seluruh pejabat Polri dan pejabat TNI melalui video conference terkait antisipasi aksi 25 November dan 2 Desember yang diduga bakal mengancam keutuhan NKRI.

"Intinya ini untuk mengantisipasi aksi tanggal 25 November dan 2 Desember. Info yang kita terima 25 November akan ada unjuk rasa di DPR."

"Ada upaya-upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk ke DPR dan berusaha untuk menguasai DPR," tegas Tito di Mabes Polri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas