Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Belanda Koordinasi dengan Indonesia Terkait Kapal Perang Hilang

Mark Rutte tentu menyayangkan hilangnya bangkai kapal perang di era Perang Dunia Kedua itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PM Belanda Koordinasi dengan Indonesia Terkait Kapal Perang Hilang
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
PM Belanda Mark Rutte memberikan keris kepada Presiden Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Indonesia terkait bangkai kapal perang Belanda yang hilang di laut Jawa.

"Ke depannya, kami akan terus berkoordinasi dan saling bertukar informasi perihal apa yang terjadi untuk menemukan penyebabnya," ujar Mark Rutte di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Mark Rutte tentu menyayangkan hilangnya bangkai kapal perang di era Perang Dunia Kedua itu.

"Terima kasih kepada Indonesia yang telah menawarkan bantuan setelah kami mendengar kabar menyedihkan tentang bangkai kapal yang hilang," ucap Mark Rutte.

Diberitakan sebelumnya, Belanda telah mengirimkan protes kepada Indonesia terkait dengan hilangnya bangkai kapal perang negara itu di Laut Jawa, yang tenggelam pada Februari 1942.

Media Jerman, Deutche Welle, dalam edisi Kamis (17/11/2016), melaporkan, Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert telah melayangkan protes kepada Indonesia.

Kementerian mengatakan, tiga kapal marinir Belanda tenggelam di Laut Jawa dalam pertempuran dengan Jepang pada Februari 1942.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam perang laut besar melawan Jepang di Laut Jawa tahun 1942, Belanda kehilangan 1.200 pelaut.

Kini, menjelang peringatan 75 tahun peristiwa itu, Belanda ingin merayakan dan mendirikan monumen peringatan.

Namun, ternyata bangkai-bangkai kapal itu sudah tidak ada di tempatnya ditemukan dulu.

Padahal, hampir 15 tahun lalu, penyelam menemukan bangkai ketiga kapal itu di dasar Laut Jawa.

Tim penyelam hanya menemukan jejak-jejak tenggelamnya kapal, tetapi kapalnya sendiri tidak ada lagi.

Beberapa nelayan lokal mengatakan kepada televisi Belanda, kemungkinan bangkai kapal sudah ditarik ke darat dan dipereteli warga untuk dijual lagi.

Kapal marinir itu adalah Hr Ms Kortenaer, Hr Ms Java, dan kapal perang andalan Hr Ms De Ruyter yang panjangnya 170 meter.

Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert telah melayangkan protes kepada Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas