Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Periksa Irman Perdana Usai Ditahan Terkait Kasus Korupsi KTP Elektronik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, kementerian Dalam Negeri, Irman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Adi Suhendi
zoom-in KPK Periksa Irman Perdana Usai Ditahan Terkait Kasus Korupsi KTP Elektronik
Capture Youtube
Rabu malam (21/12/2016)?, mantan Direktur Jenderal Kependudukan, dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman, resmi ditahan penyidik KPK. Penahanan ini terkait kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, kementerian Dalam Negeri, Irman.

Sebelumnya KPK sudah menetapkan Irman sebagai tersangka.

"Irman diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan perdana terhadap Irman setelah dirinya menghuni tahanan sejak Rabu (21/12/2016).

Saat penahanan tersebut, Irman tidak banyak berkomentar.

Dia mengaku akan mengikut proses hukum di lembaga antirasuah itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ikuti saja, KPK sudah punya SOP (standard operating procedure)," kata Irman sebelumnya.

Irman diketahui telah mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator).

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan dua tersangka.

Keduanya adalah Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto.

Serta mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Negara diduga menderita kerugian Rp 2,3 triliun akibat korupsi pengadaan e-KTP dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas