Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Sebut Banyak Data Statistik Digunakan Hanya untuk Pencitraan

Didik J Rachbini menjelaskan bahwa banyak data statistik yang ada saat ini hanya untuk pencitraan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini menjelaskan bahwa banyak data statistik yang ada saat ini hanya digunakan untuk pencitraan.

Terlebih, kata dia, dalam bidang pangan yang memiliki banyak ketidaksamaan data antara yang disampaikan dengan kondisi saat ini.

Produksi beras misalnya, pada tahun lalu antara 70-80 juta ton gabah kering giling (GKG), namun pada kenyataanya Indonesia masih melakukan impor beras.

"Kalau memang benar datanya seperti itu, kita bisa makan nasi lima sampai enam kali sehari. Ada saja pihak tertentu menaikkan data untuk pencitraan saja," jelas Didik saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Dirinya mengingatkan kepada siapapun yang menggunakan data statistik untuk mengungkapkan suatu kondisi untuk menjabarkannya sesuai dengan fakta yang ada.

"Jangan sekali-kali kita gunakan data statistik untuk kepentingan yang sifatnya sementara dan sifatnya tidak akurat. Jadi bukan berarti Pak JK mengatakan data statistik tidak penting, tetap penting, tapi jangan dipakai untuk alat kebohongan," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas