Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemensos Sanggup Rehabilitasi 32 Ribu Pecandu Narkoba, Khofifah: Pemda Harus "Support" Lewat APBD

Menurut Khofifah, keberadaan IPWL ini jauh akan lebih maksimal jika pemerintah daerah ikut memberi dukungan lewat APBD

Kemensos Sanggup Rehabilitasi 32 Ribu Pecandu Narkoba, Khofifah: Pemda Harus
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gerakan 1000 Cap Tangan yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya pahlawan wanita di Gedung Joang '45, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Kementerian Sosial meyakini sanggup merehabilitasi 32.000 pecandu narkoba melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan IPWL di Hotel Sahid Jaya, Bekasi, Selasa (11/4/2017).

"Dengan jejaring IPWL yang kini berjumlah 160, sebenarnya dalam satu semester (6 bulan-red) Kemensos sanggup merehabilitasi 16.000 pecandu narkoba, jadi setahun bisa 32.000," ungkapnya.

Namun karena minimnya anggaran, keberadaan IPWL tersebut menjadi kurang maksimal. Di tahun 2017 ini, anggaran Kemensos merosot sehingga hanya mampu 2.500 rehab rawat inap , dan 12.900 rawat jalan, dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 5.000 rehab rawat inap.

Menurut Khofifah, keberadaan IPWL ini jauh akan lebih maksimal jika pemerintah daerah ikut memberi dukungan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selama ini, Pemda di beberapa daerah terkesan kurang perhatian, padahal di wilayahnya banyak sekali korban penyalahgunaan narkoba.

"Kalau hanya mengandalkan pemerintah pusat maka banyak residen (pecandu-red) yang tidak akan tertangani. Sementara diluar sana semakin banyak korban berjatuhan karena barang haram tersebut," imbuhnya.

Khofifah menerangkan, korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini mencapai 5,8 juta orang dan uang yang digunakan untuk membeli narkoba dalam setahun mencapai Rp72 triliun. Data tersebut menjadikan Indonesia masuk dalam fase "Darurat Narkoba".

Itu karena, lanjutnya narkoba bukan cuma mengincar orang dewasa dan remaja, anak-anak pun tidak luput dari sasaran pengedaran narkoba. Oleh karena itu, keluarga harus mengawal setiap anggotanya.

Penyembuhan Harus Total

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas