Tribun

Belajar dari Pilgub DKI, Polri Dinilai Perlu Kedepankan Dialog

Ind Police Watch menyarankan Polri untuk mengedepankan dialog dengan sejumlah tokoh nasionalis maupun agama.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Fajar Anjungroso
Belajar dari Pilgub DKI, Polri Dinilai Perlu Kedepankan Dialog
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Panitia melakukan penghitungan surat suara sah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub DKI Jakarta putaran kedua di TPS 01 Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch menyarankan Polri untuk mengedepankan dialog dengan sejumlah tokoh nasionalis maupun agama.

Ini dalam rangka belajar dari kasus Pilgub Jakarta dan menyusul Pilgub 2018 di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lainnya yang diprediksi tidak kalah riuh dengan Jakarta.

"Tujuan dialog agar kegaduhan selama proses Pilgub Jakarta tidak pindah atau bergeser ke daerah lain. Sehingga kegaduhan dan ketegangan yang bernuansa memecah belah NKRI dengan isu-isu agama bisa diminimalisir," ujar Neta, Selasa (9/5/2017).

Untuk itu pascaPilgub Jakarta, Neta menyarankan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian perlu mendatangi tokoh-tokoh ulama, tokoh nasionalis dan tokoh masyarakat lainnya untuk melakukan dialog.

Sehingga terjadi konsolidasi Polri dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk menyelesaikan semua potensi ketegangan sosial secara persuasif demi keutuhan NKRI.

‎"Diharapkan dalam menangani proses Pilgub Jabar, Jateng, Jatim dan lainnya di 2018, sikap Polri bisa lebih landai tapi tetap mengedepankan sikap profesional, proporsional dan independen," tambah Neta.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas