Jejak Mulyadi Mulai Dari Cikarang Hingga Tusuk Anggota Brimob di Masjid Falatehan
"Kakak kandung Mulyadi (Nismardani) bertemu terakhir pada 25 Juni 2017 saat Mulyadi pamit mudik,"
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Mabes Polri sudah menemukan rangkaian mobilitas dari Mulyadi, terduga penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan.
Hal tersebut diketahui dari empat orang saksi yang telah diperiksa.
Di antaranya kakak kandung dan kakak ipar Mulyadi di Cikarang serta dua rekan Mulyadi yakni Angga dan Zulkifli.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan kasus tersebut bermula saat Mulyadi tinggal di Jalan Kedasih 7, Kelurahan Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Disana Mulyadi tinggal bersama kakak kandung dan kakak iparnya, Nismardani (Anis) dan Hendriyanto.
Selama di Cikarang, aktivitas Mulyadi yakni membantu kakaknya menjaga toko kosmetik di Pasar Roxy Bekasi.
Hingga akhirnya, 25 Juni 2017, Mulyadi minta izin untuk pulang kampung ke Sumatera Barat dan diberi uang Rp 5 juta oleh sang kakak.
Sebelum pulang, kakak ipar Mulyadi mengetahui Mulyadi sempat membeli sangkur melalui online shop.
"Kakak kandung Mulyadi (Nismardani) bertemu terakhir pada 25 Juni 2017 saat Mulyadi pamit mudik," ucap Rikwanto, Minggu (2/7/2017).
Mulyadi, saat itu menyampaikan kepada sang kakak akan ke Jakarta untuk mencari teman untuk mudik bersama.
Terakhir kali, Nismardani mengaku komunikasi dengan Mulyadi pada 28 Juni 2017.
Saat itu, Mulyadi mengatakan belum mendapat teman untuk mudik bersama.
Usai pamit kepada sang kakak, 25 juni 2017 siang, Mulyadi berangkat ke Jakarta.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.