Antonius Tonny Tunggu Waktu Tepat Beberkan Mafia di Perhubungan Laut
"Nanti saja yah kalau sudah masuk perkara. Gak boleh (saat ini) nanti malah bisa pencemaran nama baik."
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Dirjen Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono (ATB) berjanji akan membongkar seluruh mafia di Direktoratnya selama dirinya bertugas.
Hal tersebut diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017).
Namun, dia masih bungkam siapa saja mafia tersebut.
Dia memilih menunggu waktu yang tepat serta tidak ingin gegabah.
Baca: Keris Disita KPK, Mantan Dirjin Perhubungan Laut: Orang Milik Pribadi Kok Dibilang Gratifikasi
Dia berjanji hal itu akan diungkapkan di persidangan.
"Nanti saja yah kalau sudah masuk perkara. Gak boleh (saat ini) nanti malah bisa pencemaran nama baik. Hari ini kan saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang lain," tutur Tonny di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dikonfirmasi mengenai nama Menteri Perhubungan, apakah ikut menerima aliran dana atau ikut terlibat di kasus ini, lagi-lagi Antonius Tonny menyangkalnya.
Ia mengklaim Menhub Budi adalah orang baik.
Baca: Ketua KPK Sebut Singgung Meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Dibanding Malaysia
"Pak Menteri itu orang baik," katanya.
Sebelumnya, Antonius Tonny Budiono mengaku selama menjabat sebagai Dirjen Hubla, dirinya banyak menerima tamu pengusaha.
Sebagian besar dari pengusaha tersebut yang jumlahnya mencapai 200-an diakui Tonny telah diakomodirnya.
Meski begitu, Tonny berdalih hanya sebatas melayani para pengusaha tersebut, tanpa minta imbalan atau menerima fee apapun terkait proyek-proyek di Ditjen Hubla.