Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bustanul Arifin Sebut Pemerintah Melawak Ingin Ekspor Beras

dari segi biaya produksi saja masih lebih mahal daripada negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bustanul Arifin Sebut Pemerintah Melawak Ingin Ekspor Beras
Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com
Bustanul Arifin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi INDEF Bustanul Arifin menilai niat pemerintah untuk ekspor beras hanya lelucon.

Pasalnya dari segi biaya produksi saja masih lebih mahal daripada negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

"Kalau pemerintah surplus dan akan ekspor lalu tidak berdaya saing karena cost production masih tinggi jadinya dagelan," ujar Bustanul di diskusi beras HET, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Bustanul menyebut harga produksi beras dalam negeri mencapai 4.000 dollar AS.

Sedangkan di negara jiran harganya hanya menyetuh 2.000 dollar AS sampai surplus.

Baca: Idrus Enggan Menduga-duga, Kenapa Novanto Diperiksa KPK Sehari Sebelum Praperadilan

"Efisiensinya saja masih kalah Jauh dari Vietnam dan Thailand," ungkap Bustanul.

Rekomendasi Untuk Anda

Guru Besar UNILA itu menambahkan sebaiknya pemerintah memikirkan beras subsidi di dalam negeri lebih dulu daripada kirim pasokan ke luar negeri.

"Masa mau subsidi masyarakat negara lain," ujar Bustanul.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas