Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

''Paling Penting, Presiden Dengan Hati Tulus Berikan Bantuan Kemanusiaan Untuk Rohingya''

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

''Paling Penting, Presiden Dengan Hati Tulus Berikan Bantuan Kemanusiaan Untuk Rohingya''
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto memantau prajurit TNI Angkatan Udara memasukkan bantuan kemanusiaan Rohingya untuk ke dalam pesawat di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9/2017). Sebanyak 34 ton bantuan berupa beras, bahan siap saji, tenda, dan selimut dikirimkan lewat empat pesawat Hercules ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) tidak perlu menghabiskan energi terlalu menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Aksi Bela Rohingya di Jakarta, Sabtu (16/9/2017).

Menurut anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, yang penting jelas Pemerintahan Jokowi-JK atas nama bangsa Indonesia dengan hati tulus untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk Rohingya.

"Biarkan lah siapa yang mau menilai lain," tegas Politikus dari Dapil Bangka Belitung ini kepada Tribunnews.com, Senin (18/9/2017).

Diharapkan bantuan Indonesia terhadap warga etnis Rohingnya bisa membantu meringankan penderitaan masyarakat yang tengah terkenan tekanan dari militer Myanmar.

"Yang paling penting Presiden atas nama bangsa Indonesia dengan hati yang tulus untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk Rohingya" ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, meminta masyarakat memperkuat diri agar dapat membantu etnis Rohingya yang mengalami penindasan oleh pemerintah Myanmar.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang digelar di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Dirinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah memiliki banyak hutang sehingga tidak mempunyai kekuatan.

"Kita harus memperkuat diri supaya orang dengar kita bicara. Terus terang saja negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kuat utang. Kekayaan kita bocor kita tidak bisa jaga kekayaan kita sendiri," kata Prabowo.

Baca: Mendikbud Godok Penerapan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza Saat Upacara

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

Prabowo bahkan mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang," kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam. Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

"Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus," ujar Prabowo.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas