Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menko PMK: Kerjasama Bilateral RI-RRT Perlu Tindak Lanjut Konkrit dan Lebih Banyak Cakupannya

Itulah harapan Menko PMK Puan Maharani dalam pertemuan tingkat tinggi hubungan antaramasyarakat Indonedia dan Tiongkok.

Menko PMK: Kerjasama Bilateral RI-RRT Perlu Tindak Lanjut Konkrit dan Lebih Banyak Cakupannya
Ist/Tribunnews.com
Menko PMK Puan Maharani dan Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong dalam acara puncak Pertemuan Tingkat Tinggi Hubungan Antarmasyarakat RI - Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surakarta, Selasa (28/11/2017). 

Keenam dokumen kesepakatan kerjasama itu antara lain Rencana aksi tiga tahun untuk kerjasama bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pertukaran tenaga ahli, pengembangan laboratorium; Pengaturan implementasi kerjasama riset untuk konstruksi pelabuhan dan pencegahan serta mitigasi bencana; Pengaturan implementasi kerjasama science and techno park; MoU Bidang Pengembangan Film guna mendorong industri kreatif dan pembentukan joint working group.

Selain itu ada juga MoU Bidang Kepemudaan yang mencakup pertukaran pemuda, pertukaran kunjungan organisasi pemuda, dan pengembangan kapasitas kepemudaan; MoU Bidang Kesehatan mencakup pencegahan dan pengendalian penyakit, primary of health care and universal health coverage, human resource development, public health, and health promotion; Rencana kerjasama pemanfaatan energi nuklir untuk kepentingan damai masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat segera dicapai kesepakatan.

“Saya menyampaikan apresiasi atas disediakannya beasiswa oleh Pemerintah RRT bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan. Kami berharap melalui Yang Mulia Madame Liu Yandong, agar Pemerintah Tiongkok juga dapat memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh jenjang master maupun doctor di bidang lainnya,” papar Menko PMK.

“Kedua negara, perlu terus mendorong agar lebih banyak lagi pelajar dan mahasiswa RRT belajar di Indonesia dan sebaliknya, Guna memperkuat saling pengertian dan hubungan antarmasyarakat. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan investasi RRT di Indonesia, diharapkan perusahaan dari RRT dapat mengembangkan pendidikan vokasi atau Science and Techno Park (STP). Hal itu dapat dilakukan dengan menyediakan tenaga ahli sebagai guru/dosen maupun membuka kesempatan siswa melakukan praktek di industri," lanjut Puan.

Menko PMK menambahkan bahwa Indonesia saat ini fokus pada pendidikan vokasi.

“Saat ini revitalisasi vokasional di Indonesia telah bekerjasama dengan 415 industri yang membimbing 1.245 SMK. Saya berharap agar investor dari RRT yang menanamkan modalnya di Indonesia dapat ikut membangun transfer on knowledge kepada tenaga kerja Indonesia baik melalui training maupun kerja magang," tambahnya.

Khusus untuk bidang pariwisata, Menko PMK berpandangan bahwa perlu terus didorong lebih banyak lagi arus kunjungan wisata antar kedua negara sehingga mencapai 10 juta wisatawan dua arah sebagaimana konsensus kedua Presiden.

Angka kunjungan ini dapat dipermudah untuk dicapai mengingat telah dibuka jalur penerbangan langsung dari RRT ke Indonesia melalui Manado, Sulawesi Utara dan hasilnya telah menunjukan peningkatan wisatawan yang tinggi dari RRT.

“Kedua negara perlu memberikan fasilitas promosi wisata yang memadai, mendorong media agar aktif mempromosikan berbagai destinasi wisata, serta pendidikan bahasa mandarin yang selama ini telah berlangsung dapat ditingkatkan lagi,” pinta Menko PMK lagi.

Dia juga mengapresiasi penuh kedatangan dua giant panda di Indonesia, sebagai kerjasama dalam konservasi satwa langka, dapat menjadi simbol harmoni, perdamaian, dan persahabatan dari kedua negara.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas