Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menko PMK: Kerjasama Bilateral RI-RRT Perlu Tindak Lanjut Konkrit dan Lebih Banyak Cakupannya

Itulah harapan Menko PMK Puan Maharani dalam pertemuan tingkat tinggi hubungan antaramasyarakat Indonedia dan Tiongkok.

Menko PMK: Kerjasama Bilateral RI-RRT Perlu Tindak Lanjut Konkrit dan Lebih Banyak Cakupannya
Ist/Tribunnews.com
Menko PMK Puan Maharani dan Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong dalam acara puncak Pertemuan Tingkat Tinggi Hubungan Antarmasyarakat RI - Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surakarta, Selasa (28/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Harapan akan tindak lanjut yang konkrit dari berbagai kesepakatan yang telah ditanda tangani dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Hubungan Antarmasyarakat RI - RRT dan perlunya mekanisme monitoring kemajuan implementasi dari berbagai kesepakatan yang telah ditandatangani dalam pertemuan tingkat tinggi.

Itulah harapan Menko PMK, Puan Maharani, dalam acara puncak Pertemuan Tingkat Tinggi Hubungan Antarmasyarakat RI - Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di Solo, Selasa (28/11/2017).

Menurut Puan, setelah 67 tahun lamanya hubungan diplomatik kedua negara ini terjadi, pada bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya telah mengalami perkembangan sangat pesat.

Tahun ini, kedua negara berhasil menyelenggarakan tiga pertemuan Dialog Tingkat Tinggi di bidang polhukam, perekonomian, dan mekanisme hubungan antarmasyarakat.

Penyelenggaraan tiga Dialog Tingkat Tinggi ini merupakan implementasi konkrit dari Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok.

Pada Senior Officials Meeting sebelumnya telah berhasil membahas isu-isu strategis di bidang sains, teknologi dan inovasi, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, media dan perfilman, kepemudaan, olah raga, serta konservasi satwa langka.

Pada pertemuan yang pertama kali di tahun 2015 di Jakarta telah ditandatangani tujuh dokumen kesepakatan kerjasama.

Pada Pertemuan Kedua tahun 2016 di Guiyang telah ditandatangani delapan dokumen kesepakatan kerjasama.

Di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kerjasama yang telah dicapai pada PEM sebelumnya telah dituangkan dalam bentuk kerjasama yang lebih teknis sebagai bentuk implementasi lanjutan antara lain: Kerjasama joint laboratory on biotechnology; Kerjasama riset nuklir melalui joint laboratory on High Temperature Gas-cool Reactor (HTGR); dan Pertukaran ilmuwan serta peneliti.

Dalam Pertemuan Ke-3 tahun 2017 di Surakarta ini, telah ditandatangani enam dokumen kesepakatan kerjasama yang menjadi dasar bagi upaya terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas