Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Minta Perekrutan Sopir Taksi Online Disetop

Jumlah sopir taksi online di Indonesia sudah terlalu banyak, pemerintah minta perekrutannya disetop sementara

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nurmulia Rekso Purnomo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUN-VIDEO.COM - Berdasarkan hasil rapat antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (12/4/2018) lalu, pemerintah meminta operator menghentikan penerimaan driver taksi online sementara waktu.

Budi Karya Sumadi menyampaikan keputusan tersebut dikarenakan jumlah taksi online sudah terlalu banyak misalnya untuk kawasan Jabodetabek sudah mencapai 175 ribu.

"Mengingat jumlah daripada taksi aplikasi ini sudah terlalu banyak, diminta dilakukan moratorium," ujar Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Baca: Kartu Indonesia Sehat Tidak Berguna Bagi Korban Bom Bali, Chusnul Khotimah

Baca: Ajak Artis, Tarif Murah dan Seminar yang Membuat Korban First Travel Tertarik

Moratorium tersebut juga untuk membantu para pengemudi taksi online yang sulit mendapatkan pesanan karena jumlah saingan terlalu banyak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak lagi, menerima pendaftaran taksi online karena kasian nih, driver-driver sudah berkompetisi semakin ketat, bahkan ada kecenderungan sulit mendapatkan order. Jadi diminta untuk melakukan moratorium," ujar Budi Karya Sumadi.

Keputusan tersebut berlaku bagi Uber, Grab, maupun Go-Car.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas