Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ternyata Hal Ini yang Buat Prukades Jadi Catur Desa yang Paling Menjanjikan

Pengakuan atas esistensi dan wewenang desa ternyata sangatlah berdampak besar dalam mengarahkan pembangunan untuk mencapai daya saing desa.

Ternyata Hal Ini yang Buat Prukades Jadi Catur Desa yang Paling Menjanjikan
Presiden RI Joko Widodo (tiga kanan) bersama Bupati Mesuji Hamami (kiri), Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (dua kiri), Menteri BUMN RI Rini Soemarno (tiga kiri), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (dua kanan), dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kanan) memijit tombol tanda diluncurkannya Program Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) di Kawasan Transmigrasi Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (21/1/2018). Pemerintah menunjukan komitmennya untuk mewujudkan korporatisasi petani dengan menggandeng Bank BNI dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). TRIBUNNEWS/HO 

Pengakuan atas esistensi dan wewenang desa ternyata sangatlah berdampak besar dalam mengarahkan pembangunan untuk mencapai daya saing desa dan kesejahteraan masyarakatnya.

Demi mendukung amanat UU No 6/22 tentang Desa, pemerintah telah mentransfer dana desa sebesar Rp 20,7 triliun ke seluruh 74.910 desa pada 2015, Rp 46,9 triliun pada 2016, dan Rp 60 triliun pada 2017.

Bersamaan dengan itu, desa-desa juga telah didampingi agar bisa menyukseskan pembangunan Catur Desa, yakni pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pembangunan embung, dan penyediaan sarana olahraga desa.

Dari keempatnya, Prukades dianggap dapat menjadi penghela program prioritas lainnya, serta dalam jangka menengah memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya warga desa.

Hal ini dilakukan melalui peningkatan daya saing desa sehingga memiliki kemandirian sumber daya dan memberikan layanan sosial kepada masyarakat.

Sebagai pembangunan kawasan berbasis produk unggulan desa-desa dalam satu kabupaten, Prukades menguatkan jaringan kerja sama antardesa melalui penguatan Bumdes Bersama.

Modal besar dari Bumdes bersama inilah yang menjadi instrument menjalankan bisnis berskala ekonomis.

Walaupun begitu, pihak swasta dan perbankan dapat berpartisipasi menjadi pemasar, off taker maupun pengelola pengolahan komoditas lokal, agar produk unggulan desa memiliki nilai tambah maksimal.

Sedangkan peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ialah agar memastikan perolehan manfaat sebanyak-banyaknya bagi warga desa.

Sehingga secara keseluruhan terbangun Tim Prukades pada tingkat pusat dan daerah beserta wirausahawan sosial yang sehari-hari mengelola kawasan produktif ini.

Dari kumulasi penyertaan modal Rp 100 juta dari desa-desa, Bumdes Bersama mampu menyediakan dana segar tanpa bunga rata-rata Rp 16 miliar per tahun (rata-rata 160 desa tiap kabupaten/kota).

Ini memungkin penyelenggaraan bisnis bersama secara leluasa di tingkat kabupaten mengolah seluruh seluruh asupan dan usaha ikutan dari bisnis utama.

Dengan begitu, bisa dibilang Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) memiliki potensi menciptakan kesempatan kerja yang tinggi di pedesaan dalam suatu kabupaten/kota, dan berpotensi meningkatkan daya  beli serta kesejahteraan warga desa di kabupaten/kota. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas