Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

66 Tahun Kopassus, Kisah Mualaf Belanda yang Jadi Komandan Pertama Para Pasukan Elit Baret Merah

Namanya Idjon Djanbi. Ya, bagi para pasukan Baret Merah, nama ini memang dikenal keramat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Aji Bramastra
zoom-in 66 Tahun Kopassus, Kisah Mualaf Belanda yang Jadi Komandan Pertama Para Pasukan Elit Baret Merah
Angkasa.grid.id
Mochamad Idjon Djanbi. 

TRIBUNNEWS.COM - Tepat hari ini, 66 tahun lalu, Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, didirikan.

Kopassus memang begitu istimewa.

Si Baret Merah, begitu julukan unit pasukan TNI ini, disebut sebagai pasukan paling mematikan dan berbahaya yang dimiliki Indonesia.

Nama Kopassus bahkan seringkali dicantumkan sejumlah situs, sebagai salah satu unit pasukan khusus terbaik di dunia.

Tapi, tahukah anda, siapa komandan pertama Kopassus?

Idjon Djanbi
Idjon Djanbi (Wikipedia)

Ternyata, seorang pria asli Belanda, yang kemudian menjadi WNI.

Namanya Idjon Djanbi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ya, bagi para Baret Merah, nama ini memang dikenal keramat.

Bagaimana tidak, dia lah yang pertama kali mengasah mental dan fisik anggota TNI AD terpilih untuk kmeudian dilatih menjadi prajurit tangguh berkualifikasi komando.

Sayang, walau terkenal, tak banyak yang tahu soal masa lalunya, bahkan prajurit Kopassus sendiri.

Nama aslinya adalah Rokus Barendregt Visser.

Dia lahir di Boskoop, sebuah kota kecil di Selatan Belanda, 13 Mei 1914.

Ia berasal dari lingkungan keluarga petani bunga.

Berbagai hobi menantang dilakoninya, dari mendayung perahu kayu, balapan mobil, bermain sepakbola, berkuda bola (polo) bahkan mendaki gunung.

Kegiatan ini kerap kali membuat kakek dan neneknya kewalahan mengawasinya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas