Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

PDIP Ingin Jusuf Kalla Jadi Cawapres Jokowi, Wakil Ketua MPR Bilang Kembalikan ke UUD

Hidayat Nur Wahid meminta tafsir mengenai masa jabatan presiden atau wakil presiden sebaiknya dikembalikan kepada UUD 1945.

PDIP Ingin Jusuf Kalla Jadi Cawapres Jokowi, Wakil Ketua MPR Bilang Kembalikan ke UUD
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta tafsir mengenai masa jabatan presiden atau wakil presiden sebaiknya dikembalikan kepada UUD 1945.

Tafsir masa jabatan presiden dan wakil presiden tersebut mencuat setelah PDI Perjuangan mengkaji kemungkinan memasangkan kembali Jusuf Kalla dengan Joko Widodo ( Jokowi ) dalam Pemilu presiden 2019 mendatang.

"Kembalikan saja pada Undang undang dasar, kesehatan apakah beliau memang betul-betul sehat , masih fit itu bagian-bagian yang harus diuji, tetapi kata kuncinya kembali pada UUD. Apa ketentuan dasarnya," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, senayan, Jakarta. Jumat, (4/5/2018).

Baca: Jusuf Kalla: Janganlah Kampanye Sebelum Waktunya

Majunya kembali Kalla dalam Pilpres terbentur Pasal 7 UUD 1945 mengenai masa jabatan presiden/Wapres.

Adapun pasal 7 tersebut menyatakan presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun.

Sesudahnya mereka dapat dipilih dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

Tidak hanya itu wacana majunya Kalla dalam Pilpres 2019 juga terbentur Pasal 169 huruf N Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Berdasarkan aturan tersebut syarat menjadi presiden dan wakil presiden adalah belum pernah menjabat di posisi itu selama dua kali masa jabatan untuk jabatan yang sama‎.

Namun aturan tersebut menjadi perdebatan, apakah yang dimaksud dua kali itu harus berturut turut atau tidak.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas