Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta Tidak Berbahaya

Adapun kandungan erupsi didominasi oleh uap air, karena adanya kontak air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta Tidak Berbahaya
handover
Letusan Gunung Merapi, Jumat (11/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gunung Merapi yang terletak di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta, pagi tadi, Jumat (11/5/2018) menunjukan aktivitas dengan mengeluarkan kepulan asap.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani menyebutkan kepulan asap tersebut merupakan letusan freatik.

Kasbani memastikan jenis letusan tersebut bukanlab letusan berbahaya.

Adapun kandungan erupsi didominasi oleh uap air, karena adanya kontak air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi.

"Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan ini tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif," ujar Kasbani melalui keterangan resminya, Jumat (11/5/2018).

Baca: ‎Di Depan Ulama Afghanistan dan Pakistan, Jokowi Kecam Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Kasbani juga menyebutkan letusan jenis ini hanya berlangsung sebebtar dan tidak diikuti dengan erupsi susulan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Gunung Merapi sebelumnya juga pernah terjadi letusan freatik sejenis. Letusan freatik berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan,"  kata Kasbani.

Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah.

PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dari Gunung dengan ketinggian 2.968 m dpl tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas