Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menghitung Peluang Aher, Zulhas, dan AHY Dampingi Prabowo

Jangan hanya karena berharap PKS, PAN, dan atau Partai Demokrat menjadi teman koalisi, lalu terjebak pada opsi cawapresnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Menghitung Peluang Aher, Zulhas, dan AHY Dampingi Prabowo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (18/7/2018). Kedatangan Prabowo untuk menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang dirawat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Populasi pemilih dari Suku Sunda di luar Pulau Jawa, tidak sebesar orang Jawa, misalnya.

Sebaran pemilih yang terbatas itulah yang berpotensi mempersempit perluasan jangkauan suara pasangan Prabowo- Aher diluar Pulau Jawa.

Seandainya saja Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah pemilih terbanyak di Indonesia berada di luar Pulau Jawa, maka dengan segala prestasi yang dimilikinya ia berani mengatakan, Aher pantas dinomorsatukan.

"Bahkan tidak mustahil dia menjadi rebutan," ucapnya.

Adapun peluang Zulhas untuk mendamping Prabowo tampaknya masih dibawah dari Aher dan AHY, menurutnya.

Hal itu dia melihat, boleh jadi ada kaitannya dengan telah diberikannya posisi cawapres kepada Hatta Rajasa yang berasal PAN saat mendampingi Prabowo di pilpres 2014.

"Jadi mungkin ada semacam kesepakatan atau fatsun yang terbangun diantara Gerindra, PKS, dan PAN untuk tidak memberikan lagi posisi cawapres kepada kader PAN kembali karena ada semacam skema pergiliran," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain daripada itu, ia melihat PAN sendiri seperti 'ogah-ogahan' atau tidak terlalu serius untuk mengusung Zulhas sebagai cawapres Prabowo.

Hal itu bisa dilihat dari inkonsistensi PAN dalam menyorongkan nama figur capres atau cawapresnya.

"Satu hari partai berlambang matahari terbit itu menyebut nama Zulhas, kapan waktu yang muncul nama Amien Rais. Bahkan dari mulut Zulhas sendiri justru terlontar nama Anies Baswedan," jelasnya.

Untuk AHY, imbuhnya, jika Prabowo sudah tidak mampu lagi membendung permintaan posisi cawapres dari teman koalisinya, maka di dalam keterpaksaannya itu Prabowo dapat saja mengandalkan tokoh baru dari Partai Demokrat tersebut.

Dia menilai, AHY bisa diandalkan Prabowo untuk mengambil suara dari pemilih pemula yang cenderung menyukai figur muda yang relatif segenerasi dengan mereka.

Dia mengingatkan, jumlah pemilih pemula di Pilpres nanti kan jumlahnya cukup lumayan.

"Walaupun sama-sama berlatar belakang militer, tetapi jika koalisi sepakat mengusung Prabowo-AHY, maka di dalam kampanye nantinya dapat saja sosok AHY tidak ditonjolkan sebagai seorang mantan tentara, tetapi lebih dicitrakan sebagai tokoh muda yang punya kemampuan memimpin bangsa," katanya.

Ia sampaikan, pamor SBY yang masih melekat di benak masyarakat dapat menjadi penambah stamina bagi koalisi Prabowo-AHY.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas