Tribun

Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Semakin Adaptif dan Makin Fleksibel

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dapat bersaing pada era revolusi industri 4.0.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Semakin Adaptif dan Makin Fleksibel
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dan Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan meninjau pengoperasian insenerator pada gelaran Gebyar Edukasi 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) KKN Tematik Citarum Harum di DAS sektor 8 Citarum, Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa (31/7/2018). Dua unit insenerator hibah dari Kemristekdikti dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu, untuk pengolahan sampah di Sektor 8 Citarum Harum. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dapat bersaing pada era revolusi industri 4.0.

Nasir mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka meningkatkan 'national competitiveness' atau daya saing bangsa.

"Perguruan tinggi yang ada harus semakin adaptif dan makin fleksibel," ujar Nasir saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/8/2018).

Nasir menerangkan, dengan revolusi industri 4.0 diharapkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia juga bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, salah satu terobosan Kemenristekdikti adalah adanya perkuliahan dengan sistem dalam jaringan atau 'online'.

Baca: Warga Prancis Kritik Lambannya Polisi Jepang Menangani Kasus Putrinya yang Hilang

"Jika sistem perkuliahan sudah 'online', maka mahasiswa bisa melakukan aktivitas perkuliahan tidak harus di kelas, bisa diluar kelas, di lapangan, bahkan di tempat KKN (kuliah Kerja nyata) pun bisa. 'Anywhere, anyplace, anytime'," katanya.

Pada kesempatan itu, Menristekdikti mengajak masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018.

Saat berkunjung ke Undiksha, Nasir memberikan apresiasi kepada 7 mahasiswa Undiksha ikut ambil bagian sebagai atlet yang berjuang pada ajang 4 tahunan tersebut.

Dalam akhir acara, Menteri Nasir menyerahkan Surat Keputusan pendirian Program Studi Pendidikan Kedokteran kepada Rektor Undiksha.

"Tujuan utamanya adalah untuk pemerataan kesehatan di Indonesia ini. Harapannya Universitas Pendidikan Ganesha bisa menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang berkualitas juga," tambah Nasir.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha I Nyoman Jampel sangat bersyukur dan mengapresiasi pemberian izin pendirian Program Studi Pendidikan Kedokteran kepada Undiksha.

Selama ini pendidikan kedokteran hanya berada di wilayah Bali selatan.

Masyarakat Buleleng maupun daerah lain yang ingin mengenyam pendidikan kedokteran pun harus menempuh jarak yang cukup jauh ke Bali Selatan.

Dengan adanya Program Studi Pendidikan Kedokteran di Undiksha, maka akses masyarakat Bali untuk mengenyam Pendidikan Kedokteran akan semakin meningkat.

Hadir juga dalam acara ini Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Bupati Buleleng serta perwakilan pimpinan perguruan tinggi dan Politeknik di wilayah Bali.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas