Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Parlemen

DPR dan Parlemen Georgia Sepakat Bentuk Grup Persahabatan

Indonesia pun mengirimkan tim catur untuk bertanding pada pertandingan yang digelar pada23 September hingga 6 Oktober 2018 itu.

DPR dan Parlemen Georgia Sepakat Bentuk Grup Persahabatan
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Utut Adianto. 

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto memimpin Delegasi DPR RI bertemu dengan Ketua Parlemen Georgia H.E. Irakli Kobakhidze di Gedung Parlemen Georgia, Tbilisi, Georgia, Selasa (02/10/2018).

Dalam pertemuan itu, Delegasi DPR RI dan Parlemen Georgia menyepakati membentuk Group Persahabatan dan menyetujui hubungan yang aktif pada ekonomi, pendidikan, pariwisata dan olahraga.

“Kita tahu secara umum hubungan diplomatik Indonesia-Georgia selama ini berjalan dengan baik dan tidak ada ganjalan secara politis yang mengganggu hubungan kedua negara. Harapan mereka dan harapan kita akan adanya pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Georgia. Mungkin tahapannya nanti kita lihat kesiapan Kementerian Luar Negeri. Dan Duta Besar kita yang merangkap Georgia juga mendukung,” jelas Utut, usai pertemuan.

Legislator PDI-Perjuangan itu menambahkan, dalam kesempatan itu Parlemen Georgia menawarkan potensi pendidikan, pariwisata dan olahraga yang mengesankan. Hal itu dibuktikan dengan Batumi, Georgia yang telah sukses menjadi tuan rumah bagi Olimpiade Catur ke-43 baru-baru ini.

Indonesia pun mengirimkan tim catur untuk bertanding pada pertandingan yang digelar pada23 September hingga 6 Oktober 2018 itu.

Di samping itu, tambah legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah itu, dalam pertemuan ini juga membahas peran pemerintah serta kerja sama dan hubungan bilateral yang menekankan dalam bidang peningkatan hubungan antar parlemen kedua negara, mengenai tantangan keamanan dan politik asing, dimana menjadi sebuah kepentingan atas dukungan Indonesia ke Georgia.

“Indonesia memberikan pengakuan atas kemerdekaan Georgia pada tanggal 27 Juli 1992. Hubungan diplomatik kedua negara disepakati dalam Komunike Bersama yang ditandatangani pada tanggal 25 Januari 1993 dengan Keppres Nomor 88 Tahun 1993 tanggal 30 September 1993, KBRI Kyiv, Ukraina, merangkap Georgia,” imbuh Koordinator Bidang Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) itu.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Ukraina merangkap Georgia Yuddy Chrisnandi saat mendampingi Delegasi DPR RI mengatakan, pihaknya menyambut gembira dan sangat senang atas kunjungan Pimpinan DPR RI beserta Anggota Dewan ke Georgia.

Dalam dialog yang dilakukan DPR RI dengan Ketua Parlemen Georgia menunjukkan adanya harapan yang begitu besar dari Pemerintah Georgia, dimana Pimpinan Parlemen memiliki kedudukan yang penting di dalam sistem Pemerintah Georgia yang menginginkan hubungan yang lebih dekat.

Di samping itu, tambah Yuddi, kerja sama yang lebih baik lagi juga terimplementasinya berbagai persetujuan-persetujuan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, khususnya perdagangan, kebudayaan diplomasi, dan lain sebagainya.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ketua Parlemen Georgia kepada Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto kurang lebih sama yang dipesankan oleh Menteri Luar Negeri kepada Delegasi Indonesia yang datang.

“Artinya mereka benar-benar sebagai sebuah negara mengharapkan suatu kedekatan yang lebih intens dengan Indonesia dan mengharapkan kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang. Dan hal-hal yang disampaikan Wakil Ketua DPR dalam pertemuan, saya bisa merasakan mereka menyambut baik kehadiran kita, dan menyambut baik tawaran kerja sama kita. Mereka mengharapkan terimplementasinya berbagai gagasan-gagasan yang sudah kita kemukakan,” tegas Yuddy. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Berita Terkait :#Berita Parlemen

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas