Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pesawat Lion Air Jatuh

Ayah Korban Lion Air JT-610 Menangis Saat Lihat Sepatu Anaknya Terbelah

Ia menangis ketika menemukan sepatu sneakers hitam bersol putih Adidas milik anaknya terbelah dua di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Ayah Korban Lion Air JT-610 Menangis Saat Lihat Sepatu Anaknya Terbelah
Tribunnews.com/Gita Irawan
Ayah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Muhammad Taufik Andrian atau Ravi (24), Epi Samsul Komar menangis ketika menemukan sepatu sneakers hitam bersol putih Adidas milik anaknya terbelah dua di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta pada Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Epi Samsul, ayah dari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 bernama Muhammad Taufik Andrian atau Ravi (24), menangis ketika menemukan sepatu sneakers hitam bersol putih Adidas milik anaknya terbelah dua di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta pada Rabu (31/10/2018).

Didampingi seorang petugas kepolisian dan Basarnas, Epi yang berjalan gontai dituntun ke tenda Basarnas yang berjarak sekira 50 meter dari lokasi dibentangkannya puing dan barang-barang pribadi milik korban.

Namun Epi merasa sedih karena sepatu anaknya tersebut tidak bisa dibawa karena masih diperlukan untuk kepentingan forensik.

"Sepatu sneakers Adidas. Itu dia beli sendiri. Sepatu anak saya nggak boleh dibawa karena untuk kepentingan di sini. Sepatunya hancur itu," kata Epi di JICT 2 Tanjung Priok Jakarta.

Epi mengaku penasaran dan datang ke JICT 2 untuk memastikan sendiri nasib anaknya.

Meski mengaku ikhlas atas nasib anaknya, namun Epi tetap berharap dapat melihat langsung jenazah anaknya.

Epi menceritakan, anaknya pergi ke Jakarta bersama temannya yang juga jadi korban untuk menonton pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Jepang di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (28/10/2018).

Epi juga masih mengingat sosok anaknya yang kerja di tambang timah di Pangkal Pinang dan menggemaro sepakbola.

Epi bahkan masih ingat tim favorit anaknya selain Timnas Indonesia.

Baca: Pendampingan Psikososial Bagi Keluarga Korban Lion Air (2)

"Real Madrid sama MU," kata Epi.

Epi juga masih ingat saat terakhir kali berbincang dengan anaknya.

Ketika itu Epi memintanya untuk tidak meninggalkan salat.

"Saya titip salam, sama jangan lupa salat," kata Epi.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas