Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

‎Lucas: Saya Ditangkap Ketika Menuruni Tangga Lantai 2 Gedung KPK

Setelah pemeriksaan selesai, kata Lucas, penyidik mempersilahkan dirinya pulang.

‎Lucas: Saya Ditangkap Ketika Menuruni Tangga Lantai 2 Gedung KPK
TRIBUNNEWS.COM/Ilham Rian Pratama
Pengacara Lucas (LCS) baru saja ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan merintangi proses hukum terkait kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro (ESI) di PN Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pengacara Lucas yang kini berstatus terdakwa pada kasus dugaan menghalangi penyidikan pada Eddy Sindoro sempat mencurahkan isi hati dan pengalamannya selama menghuni Rutan KPK.

Dalam nota keberatan yang dibacakan, Kamis (15/11/2018) kemarin, Lukas berbagi cerita, kilas balik hal-hal yang sesungguhnya dia alami sejak menginjakkan kaki di KPK hingga kini duduk di kursi terdakwa.

"Hari Senin (1/10/2018) merupakan hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Hari dimana saya dengan itikad baik memenuhi kewajiban untuk datang ke gedung KPK dan memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara Eddy Sindoro yang sama sekali tidak saya ketahui. Saya tetap datang sesuai surat panggilan dan menjawab seluruh pertanyaan penyidik dengan sebenar-benarnya selama kurang lebih lima jam," papar Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Setelah pemeriksaan selesai, kata Lucas, penyidik mempersilahkan dirinya pulang.

Alih-alih kembali ke rumah untuk beristirahat.

Baca: KPK Tak Gentar Tanggapi Eksepsi Lucas

Ternyata, Lucas ‎dicegat dan ditangkap.

Sejak saat itu, Lucas tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumahnya.

"Saya ditangkap ketika menuruni tangga lantai 2 gedung KPK dan langsung diperiksa sebagai tersangka selama kurang lebih 4 jam tanpa didampingi penasihat hukum. Selanjutnya saya langsung diperintahkan untuk memakai rompi orange dan dijebloskan ke sel tahanan tanpa tahu apa salah saya. Sungguh suatu malam yang nahas bagi saya,‎" terangnya.

Saat itu hingga kini, menurut Lucas, dia pribadi tetap berfikir positif dan menganggap semua yang menimpanya hanyalah sebuah kekhilafan.

Dari balik jeruji besi, Lucas tetap berdoa kepada Tuhan agar dikuatkan dan diberi jalan keluar dari cobaan dan kekhilafan yang menimpanya.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas