Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Ketua Umum PPHI: Sebagai 'Gimmick Politik', Pernyataan Prabowo Sah Saja

Tengku Murphi Nusmir berpendapat, pernyataan Prabowo Subianto soal Indonesia yang bisa punah wajar saja sebagai gimmick politik.

Ketua Umum PPHI: Sebagai 'Gimmick Politik', Pernyataan Prabowo Sah Saja
Tribunnews.com
Dr T Murphi Nusmir.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) Dr Tengku Murphi Nusmir berpendapat, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal Indonesia yang bisa punah adalah wajar saja sebagai gimmick politik.

“Ada makna di balik makna yang tersirat di dalamnya, terutama sebagai early warning (peringatan dini) bagi bangsa ini. Jadi, jangan diartikan zakelijk (bahasa Belanda yang artinya kaku atau apa adanya),” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Dari kacamata komunikasi politik, kata Murphi, pernyataan Prabowo itu adalah gimmick politik untuk meraih simpati publik, terutama calon pemilih, dan juga negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok dan Australia, sehingga sebagai capres penantang petahana Presiden Joko Widodo, hal itu sah saja ia lakukan demi mendongkrak elektabilitasnya.

“Politik tanpa gimmickkurang menarik,” cetus mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini, sehingga sebagai praktisi hukum ia pun concern terhadap politik.

“Gimmick” atau gimik dalam bahasa Indonesia berarti gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran. Dalam bahasa Inggris, gimmick adalah alat tipu muslihat.

Baca: Prabowo Kalah, Indonesia Punah?

Dalam dunia marketing, gimmick adalah salah satu strategi pemasaran suatu produk dengan menggunakan cara-cara yang tidak biasa agar cepat dikenal. Gimmick juga dapat merujuk pada fitur produk yang membuatnya lebih menarik, tetapi tidak penting untuk fungsi produk.

"Kalau kita kalah negara ini bisa punah, karena elite Indonesia selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat. Sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah," kata Prabowo yang juga calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019 saat menyampaikan pidato dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018), seperti dikutip banyak media.

Maret lalu, Prabowo juga menyampaikan hal senada yang didasarkan atas buku Ghost Fleet: a Novel of The Next World War (2015) karya pengamat politik dan kebijakan ternama asal AS, Peter Warren Singer dan August Cole.

“Di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo.

Lebih dari itu, kata Murphi, statamen Prabowo tersebut merupakan early warning agar bangsa Indonesia selalu waspada, jangan sampai mengalami keruntuhan seperti Uni Sovyet dan Yugoslavia gara-gara salah mengelola negara.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas