Tribun

Indonesia Miliki 51 Persen Saham Freeport, Said Didu: Itu Langkah Biasa

Menurut Said Didu, resminya pengalihan saham itu merupakan langkah yang bisa dan tidak perlu ada tanggapan yang berlebihan

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Indonesia Miliki 51 Persen Saham Freeport, Said Didu: Itu Langkah Biasa
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu ‎turut mengomentari PT Inalum (Persero) yang resmi membeli sebagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Dengan begitu, kepemilikan saham Indonesia atas PTFI meningkat dari 9 persen menjadi 51 persen.

Menurut Said Didu, resminya pengalihan saham itu merupakan langkah yang bisa dan tidak perlu ada tanggapan yang berlebihan dari‎ beragam pihak karena memang kondisinya harus terjadi.

"Soal Freepport ini adalah langkah biasa. Jadi tidak perlu ada overdosis yang berlebih karena pernah terjadi juga 2013 saat kita mengambil Inalum dari jepang dan membayar lewat APBN," ujar Said Didu saat ditemu di sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

Baca: Polisi Limpahkan Berkas Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi ke Kejaksaan

Lebih lanjut, Said Didu menjelaskan lima hal mengapa Indonesia memiliki 51 persen saham Freeport. Pertama ‎karena habisnya kontrak dan harus memperpanjang sebelum tahun 2021.

Kedua karena kewajiban memenuhi UU Minerba, ketiga freeport mau menjual sahamnya. Keempat Inalum bisa mendapatkan utang untuk membeli dan kelima memang kebijakan pemerintah mendukung.

‎"Jadi ini biasa saja, apa ini langkah bagus? Menurut saya, ini adalah langkah terbaik dari pilihan yang banyak yang memang ribet," singkatnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas