Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lucas Bacakan Pledoi ''Jangan Kambing-Hitamkan Saya''

Terdakwa Lucas membacakan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK yang menyebutnya merintangi penyidikan

Lucas Bacakan Pledoi ''Jangan Kambing-Hitamkan Saya''
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Suasana persidangan Lucas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (13/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa Lucas membacakan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK yang menyebutnya merintangi penyidikan terhadap mantan petinggi Lippo, Eddy Sindoro.

Nota pembelaan dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (13/3/2019).

Pria berlatar belakang pengusaha itu membacakan nota pembelaan sambil berdiri. Dia melihat dan membaca tulisan dikertas yang sudah dipersiapkan.

Nota pembelaan itu diberi nama "Jangan Kambing-Hitamkan Saya Demi Menutupi Kesalahanmu, Karena Tak Seorang Pun Boleh Dihukum Jika Dia Tidak Melakukan Kesalahan.

"Saya berusaha membuat pembelaan yang terbaik sesuai kemampuan. Saya tahu bahwa ini adalah satu-satunya kesempatan untuk melakukan pembelaan diri di hadapan majelis hakim yang mulia," kata Lucas membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (13/3/2019).

Baca: Persebaya Surabaya Berpeluang Jadi Tuan Rumah Babak Delapan Besar kata Djajang Nurdjaman

Menurut dia, surat tuntutan yang dibacakan JPU pada KPK, Rabu pekan lalu, tidak menyentuh realitas, tidak menyentuh dan menghargai kenyataan atas bukti-bukti yang terungkap selama persidangan.

Dia menegaskan, isi tuntutan JPU pada KPK terbukti adalah pelampiasan rasa emosi negatif, penuh aroma kebencian, dan retorika semata dalam isi tuntutannya.

Dia mengutip pernyataan JPU pada KPK di surat tuntutan. "Suatu kehormatan bagi kami untuk melakukan proses penuntutan terhadap seorang advokat senior yang konon kabarnya telah malang-melintang di dunia hukum dan peradilan".

Mengacu pada salah satu isi surat tuntutan itu, dia menuding pernyataan itu dimaksudkan untuk mengingatkan JPU pada KPK adalah yang berkuasa dan terdakwa tidak ada apa-apanya.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas