Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemindahan Ibu Kota Negara

Kemendagri Sebut Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa Sudah Saatnya Diwujudkan

Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa menjadi suatu keniscayaan.

Kemendagri Sebut Pemindahan Ibu Kota ke Luar Jawa Sudah Saatnya Diwujudkan
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Presiden Jokowi meninjau lokasi alternatif ibu kota negara di kawasan Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa menjadi suatu keniscayaan.

Sebab, kondisi Jakarta sudah tidak ideal sebagai ibu kota negara.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerin Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik.

“Dari segi pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Pada 2015, tercatat 3.647.329 jiwa penduduk pendatang di Jakarta, dan mereka menjadi peduduk tetap. Ada peningkatan jumlah kendaraan yang mencapai 1 Juta unit pertahun. Tapi tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah jalan baik jalan tol maupun jalan non tol,” kata Akmal.

Hal itu diungkap Akmal pada acara diskusi bertema “Dukungan Regulasi Otonomi Daerah dalam Rangka Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca: Ini Tiga Wilayah yang Dikunjungi Jokowi sebagai Calon Ibu Kota Baru

Akmal menuturkan, pulau Jawa dihuni oleh 57 persen penduduk Indonesia. Sedangkan Pulau Sumatera dihuni 21 persen, Kalimantan 6 persen, Sulawesi 7 persen, dan Papua serta Maluku 2-3 persen.

Menurutnya, pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia harus mencanangkan Indonesia sentris.

Selama ini, dia menyatakan, banyak yang berpikir bahwa Indonesia adalah Jawa sentris.

Pembangunan terlalu terpusat di pulau Jawa. Lokasi ideal ibu kota baru dinilai mantan Dirjen Otda Kemendagri, Sumarsono, sangat tepat berada di Kalimantan.

“Indikasinya di Kalimantan Timur lebih menggema dibanding Kalimantan Tengah (Kalteng). Kalimantan Selatan masih jauh. Kita tahu sendiri dari peta bencana, Kalimantan tidak rawan gempa. Paling save atau aman. Paling aman juga karena di tengah wilayah Indonesia,” imbuh Sumarsono yang hadir sebagai pembicara diskusi.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas