Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Selidiki Pria Pengancam Jokowi yang Diduga Warga Cimahi, Ini kata Keluarga dan Ketua RW

polisi langsung mendatangi kediaman Cep Yanto untuk dimintai keterangan, namun saat itu dia sedang tidak berada di kediamannya.

Polisi Selidiki Pria Pengancam Jokowi yang Diduga Warga Cimahi, Ini kata Keluarga dan Ketua RW
Twitter @yusuf_dumdum
Pemuda yang mengaku asal Poso ancam penggal kepala Jokowi. 

Tak lama berselang, spekulasi pun bermunculan. Orang-orang mulai mencari tahu siapa sejatinya pria pengancam nyawa presiden itu.

Saking semangat memburu pria yang mengancam Presiden Jokowi, warganet bahkan sebelumnya ada yang mengunggah satu sosok lelaki yang diduga sebagai orang yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi, dengan nama Dheva Suprayoga, beralamat di Kebumen, Jawa Tengah.

Namun sesaat kemudian muncul klarifikasi dari Dheva Suprayoga, dalam video yang diunggah oleh pemilik akun twitter @chicohakim, Dheva Suprayoga memberi klarifikasi bahwa pelaku pengancaman terhadap Jokowi bukanlah dirinya.

Dilansir Tribun dari Suar.id, berikut kutipan utuh klarifikasi Dheva:

“Selamat siang,

“Nama saya Dheva Suprayoga, alamat Gang Teratai Nomor 20, Kebumen, (Jawa Tengah).

“Saya ingin meluruskan dan mengklarifikasi bahwa dari kemarin saya tidak melakukan bepergian.

“Dan saya kemarin juga salat Jumat di Masjid Darussalam, di Kebumen,.

“Saya alumni SMA Taruna Nusantara, dan saya berani menjamin bahwa orang di video tersebut bukan saya.

“Dan saya mendukung upaya Polri untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya. Terima kasih.”

Dilansir dari Kompas.com, polisi memastikan Dheva Prayoga (24), warga Kebumen, Jawa Tengah, bukan pelaku pengancaman terhadap Presiden Jokowi saat demonstrasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jum'at (10/5/2019).

Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mengatakan setelah klarifikasi dan pemeriksaan intensif, Dheva dipastikan bukan orang dalam video yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

"Setelah melalui pemeriksaan, pada hari Jumat kemarin Dheva berada di Kebumen dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang yang menjadi saksi," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).

Suparno menjelaskan Dheva selama ini tinggal di Kebumen dan terakhir ke Jakarta pada tahun 2016. Selama ini yang bersangkutan juga tidak pernah aktif dalam dunia politik, termasuk saat pemilu 2019 ini.

Foto dan identitas Dheva Prayoga (24), warga Kebumen beredar luas di dunia maya setelah munculnya video viral yang berisi ancaman seseorang laki-laki yang akan memenggal kepala Jokowi. Dheva disebut-sebut sebagai orang dalam video tersebut.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya," ujar Suparno.

Sementara itu, Dheva menyayangkan beredarnya foto dan identitas dirinya yang dituduh mengancam Jokowi beredar di masyarakat.

"Saya berterimakasih kepada Polres Kebumen yang segera mengambil langkah untuk klarifikasi. Saya juga uga berharap kepada kepolisian untuk bisa segera menangkap orang yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi," kata Dheva.

4. Tanggapan Anak Presiden

Anak sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mengomentari video seorang pria yang menyebut siap memenggal kepala Jokowi.

Hal itu disampaikan oleh Gibran Rakabuming di akun Twitter miliknya, @Chilli_Pari Sabtu (11/5/2019).

Sebagai anak sulung dari Jokowi, Gibran Rakabuming meminta agar video tersebut tidak dibesar-besarkan.

Ia meminta untuk bersabar saja dan jangan terpancing emosi, apalagi ini momen bulan puasa.

Bahkan, Gibran Rakabuming juga mendoakan agar pria di video itu diberikan pintu maaf.

"Sudahlah gak usah dibesar-besarkan. Kita yg sabar aja dan gak usah terpancing emosinya. Mumpung lagi bulan puasa kita fokus ibadah aja. Semoga bapak yg ada di video itu diberikan pintu maaf," tulisnya.

Tak hanya itu, Gibran Rakabuming juga memposting cacian serupa yang ditujukan kepadanya.

Menurutnya, setiap hari dirinya kerap menerima cacian seperti itu. Dan yang ia lakukan, yakni mendiamkan pelaku dan fokus kepada hal positif. Ia menyebut cacian itu sebagai cobaan di bulan Ramadhan.

Sontak saja sikap Gibran Rakabuming langsung banjir pujian dari netizen.

Bahkan ada yang menanyakan terbuat dari apa Gibran Rakabuming sehingga sabar melihat ayahnya dan dirinya dihina seperti itu.

"Diciptakan Tuhan dr apa sampeyan ini mas?," tanya @Goodmanbadman00.

"Ya sama kayak kalian semua," tulis Gibran Rakabuming.

Ia pun menegaskan, dirinya hanya meminta agar netizen tak terprovokasi dengan video tersebut.

"Saya cm bilang gak usah terprovokasi. Kalo urusan hukum dll biar diurus yg berwajib," tulisnya.

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas