Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2014

Keluarkan Security Alert Jelang 22 Mei 2019, Ini Penjelasan Wakil Dubes AS di Jakarta

Hal itu semata-mata agar warga Amerika Serikat di seluruh Indonesia dapat lebih waspada dan berhati-hati.

Keluarkan Security Alert Jelang 22 Mei 2019, Ini Penjelasan Wakil Dubes AS di Jakarta
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Heather Variava saat memberikan sambutan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Heather Variava, mengatakan, security alert atau peringatan keamanan yang dikeluarkan Kedubes AS di Jakarta terkait pengumuman hasil Pilpres pada 22 Mei 2019 menjadi hal yang lumrah.

Menurut Heather, security alert atau peringatan keamanan tersebut tak memiliki motif apapun.

Hal itu semata-mata agar warga Amerika Serikat di seluruh Indonesia dapat lebih waspada dan berhati-hati.

"Kami mengeluarkan imbauan untuk warga Amerika Serikat pada hari itu (Jumat) untuk berhati-hati. Dan ini merupakan imbauan rutin dan terjadi di semua kedubes," kata Heather di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (17/5/2019).

Diketahui, peringatan keamanan tersebut dikeluarkan pada Jumat (17/5/2019), di laman website resmi Kedubes AS https://id.usembassy.gov/security-alert-u-s-embassy-jakarta-indonesia-may-17-2019/.

Terduga teroris dikawal ketat polisi bersenjata laras panjang saat digiring ke Gedung Divisi Humas Polri, di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).
Terduga teroris dikawal ketat polisi bersenjata laras panjang saat digiring ke Gedung Divisi Humas Polri, di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019). (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

Baca: TKN: Penolakan BPN Tak Akan Berpengaruh Terhadap Hasil Pemilu 2019

Dalam peringatan tersebut, warga AS diharapkan, menghindari lokasi-lokasi kemungkinan demontrasi terjadi imbas pengumuman pada 22 Mei dan tetap memantau perkembangan terkini melalui media.

"Waspadai lingkungan sekitar Anda, dan praktikkan kesadaran keamanan pribadi setiap saat. Daftarkan diri Anda dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas (LANGKAH) untuk menerima pembaruan keamanan.Ikuti Konsulat Jenderal AS di Surabaya di Twitter dan Facebook dan Kedutaan Besar AS di Jakarta di Twitter dan Facebook," tulis keterangan tersebut.

Kolase pengakuan terduga teroris dan Kadiv Humas Polri M Iqbal
Kolase pengakuan terduga teroris dan Kadiv Humas Polri M Iqbal (Kolase Tribunnews)

Polri terus melakukan melakukan upaya penangkapan atau preventive strike terhadap terduga teroris.

Sepanjang tahun 2019, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sebanyak 68 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kami melakukan upaya paksa kepolisan penangkapan terhadap 68 tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

 

Disebut-sebut, terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri ini akan menyerang kerumunan massa pada 22 Mei 2019 mendatang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemilu 2014

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas