Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Barisan Pemuda Partai Golkar Dorong Bamsoet Jadi Ketua Umum Golkar, Ini Alasannya

Bambang Soesatyo (Bamsoet) didorong untuk maju menjadi calon ketua umum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Barisan Pemuda Partai Golkar Dorong Bamsoet Jadi Ketua Umum Golkar, Ini Alasannya
Istimewa
Sejumlah kader muda yang bergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) menggelar deklarasi mendorong Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk maju menjadi calon ketua umum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) mendatang, Minggu (16/6/2019). / Istimewa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah kader muda yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) menggelar deklarasi mendorong Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk maju menjadi calon ketua umum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.

Inisiator BPPG Abdul Aziz menyatakan, pernyataan dukungan kepada Bamsoet untuk maju sebagai calon ketua umum partai Golkar didasari kecintaan kepada partai setelah Pemilu 2019.

Aziz menyatakan, BPPG telah bermusyawarah untuk meminta dan mendorong Bamsoet sebagai salah satu kader terbaik bersedia maju sebagai ketua umum.

Baca: Aria Permana Bocah Raksasa Asal Karawang Kini Penampilannya Berbeda, Masih Butuh Dana Ratusan Juta

Baca: BREAKING NEWS: Kerusuhan di Rutan Lhoksukon, Puluhan Napi Kabur Setelah Pecahkan Kaca

Baca: Kata Komedian Bedu, Agung Hercules Idap Glioblastoma Stadium 4

Baca: Ahli Genetika Beberkan Faktor Penyebab Seseorang Mudah Percaya Hoaks, Berikut Penjelasannya

"Mendukung dan mendorong Bamsoet sebagai kader terbaik partai untuk maju dalam Munas mendatang," ucap Abdul Aziz kepada Tribunnews.com, Minggu (16/6/2019).

Aziz yang juga Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini mengatakan, hasil Pemilu 2019 menjadi alasan kuat mendorong Bamsoet untuk menjabat sebagai ketum Golkar.

Sebab, kata Aziz, Golkar yang bertengger di posisi 3 dengan perolehan suara sebanyak 17.229.789 suara atau 12,31 persen di bawah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra perlu di evalusi secara menyeluruh.

Padahal, lanjut Aziz, pada Pemilu 2014 lalu, Partai Golkar mampu menempati posisi kedua dengan perolehan suara sebanyak 18.432.312 atau 14,75 persen.

"Sekarang Golkar terpuruk di peringat ke 3 setelah Partai Gerindra pendapatan suaranya, itu harus di evaluasi menyeluruh. Evaluasi menyeluruh partai itu tertinggainya adalah Musyawarah Nasional (Munas) dari Munas itulah kamu mendengar pertanggungjawaban Airlangga sebagai ketum," kata Aziz.

"Diterima atau tidak. Kalau tidak diterima kita cari ketum baru," tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas