Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Surat Pengunduran Diri Komisaris Krakatau Steel Roy Maningkas Belum Sampai ke Meja Rini Soemarno

Rini pun sampai saat ini belum mengetahui alasan mundurnya Roy, karena surat pengunduran diri belum sampai ke meja kerjanya.

Surat Pengunduran Diri Komisaris Krakatau Steel Roy Maningkas Belum Sampai ke Meja Rini Soemarno
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Menteri BUMN Rini Soemarno di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (8/7/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku belum mengetahui mundurnya Roy Maningkas dari posisi Komisaris PT Krakatau Steel Tbk (Persero).

"Belum tahu, belum sama sekali," ujar Rini di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (24/6/2019).

Rini pun sampai saat ini belum mengetahui alasan mundurnya Roy, karena surat pengunduran diri belum sampai ke meja kerjanya.

"Jadi saya belum tahu (alasannya), harap bicara dengan preskomnya (presiden komisaris) atau pun dengan deputi Kementerian BUMN, saya belum dapat kabar," papar Rini.

Sementara terkait roda bisnis Krakatau Steel, Rini melihat saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya dengan menyelesaikan sejumlah proyek.

"Mereka sudah melakukan banyak hal perbaikan, tadinya proyeknya terhenti bisa diselesaikan, rekstrukturisasi utang juga diselesaikan," ucap Rini.

Diketahui, pengunduran diri tersebut dilakukan lantaran Kementerian BUMN menolak opini ketidakpuasan (dissenting opinion) yang diajukan Roy terhadap tingkat kemajuan (progress) pabrik blast furnace yang diinisiasi perusahaan sejak 2011.

Menurut dia keputusan itu diambil agar bisa menjadi perhatian bagi Kementerian BUMN bahwa terdapat hal yang keliru dalam pengujian Blast Furnace.

"(Pengunduran diri ini saya ajukan) untuk mendapatkan perhatian dari Kementerian BUMN agar negara tidak dirugikan," tegas Roy di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

Ia pun mengaku bahwa dewan komisaris telah memberikan surat sebanyak 3-4 surat kepada Kementerian BUMN agar mempertimbangkan proyek Blast Furnace.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas