Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ada Tawaran Rektor Asing dari Korea, Mantan Ketua Forum Rektor: Menristekdikti Jangan Tabrak UU

Jadi bila tetap keukeuh mendatangkan rektor asing, maka tegas dia, banyak aturan harus diubah terlebih dahulu

Ada Tawaran Rektor Asing dari Korea, Mantan Ketua Forum Rektor: Menristekdikti Jangan Tabrak UU
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat ditemui dalam acara peresmian Pilot Project Pengolahan Sampah Proses Termal (PLTSa Bantargebang), di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/3/2019) 

"Diberikan kualifikasinya. Sehingga siapa yang memenuhi kualifikasi bisa faftar dan kompetisi. Jadi bukan hanya untuk orang asing," tegas mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini

Nah penggajian yang ditawarkan juga, menurut dia, tidak boleh dibedakan antara rektor asing dan yang dari anak bangsa sendiri.

Baca: Menristekdikti: Maksimal Ada Lima Perguruan Tinggi yang Akan Merekrut Dosen Asing Hingga 2024

"Standar kompetensi dan standar gaji harus sama," jelasnya.

"Tak boleh rektor asing gajinya lebih tinggi dari orang lokal. Siap gak seperti itu? Jangan sampai malah menomorduakan bangsa sendiri. Mentalitas feodal mendewakan asing harus diubah," kritiknya.

Menristekdikti: Sudah Ada Peminat dari Korea yang Tawarkan Diri

Meski rencana mendatangkan rektor asing masih mendatangkan penolakan, namun Menristekdikti, M Nasir menyebut sudah ada rektor dari luar negeri yang mulai berminat dan bertanya soal aturan.

Saat ini menurut dia, sudah ada peminat dari Korea yang menawarkan diri dan peminat dari AS dan Inggris menanyakan prosedurnya.

Baca: Guru Besar UI: Rektor Asing Yang Tawarkan Diri Itu Pencari Kerja atau Dibajak

"Ini Agustus dari Korea sudah tawarkan diri, 'saya mantan rektor Universitas di Korea, yang biasa jadi dunia'. Apa tidak direspon positif? Amerika lagi menanyakan prosedur, Inggris juga tanyakan,"ujar Nasir di Undip Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/8/2019).

Nasir menegaskan, jika ada kampus di Indonesia yang dipimpin rektor asing maka tidak akan ada pengaruh ke budaya atau kebangsaan. Ia menjamin nasionalisme tetap terjaga.

"Bagaimana mengubah budaya di akademik, tidak berarti mengubah budaya dan kebangsaan kita. Nasionalisme tetap jaga," tegasnya.

Baca: Pengamat Pendidikan: Tidak Perlu Impor Rektor Asing untuk Tingkatkan Ranking Universitas

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas