Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pernyataan Lengkap Abah Grandong ''Pemakan Kucing'' di Kantor Polisi: Ilmu Hitam hingga Minta Maaf

Abah Grandong yang mengenakan peci biru, baju koko dan celana panjang hitam keluar dari mobil Avanza putih bersama dua orang.

Pernyataan Lengkap Abah Grandong ''Pemakan Kucing'' di Kantor Polisi: Ilmu Hitam hingga Minta Maaf
Fahdi Fahlevi
Pria pemakan kucing, Abah Grandong, yang aksinya viral di media sosial akhirnya menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan sebuah video viral dari pria yang memakan kucing hidup-hidup di media sosial Instagram.

Video tersebut diunggah akun Instagram @jadetabek.info, Senin (29/7). Dalam unggahannya, ditulis jika lokasi kejadian berada di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pria yang viral dan diketahui bernama Abah Naca atau Abah Grandong itu akhirnya meminta maaf atas aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.

"Saya tidak ada niatan untuk membuat video tersebut dan tidak ada juga niat untuk memviralkan video ke kalangan masyarakat," ujar Abah, Kamis (1/8/2019).

Baca: Taufik Hidayat Diperiksa KPK Lima Jam, Apa Saja yang Ditanyakan?

Baca: EKSKLUSIF: Wawancara Tribun dengan drg Romi, CPNS Difabel yang Kelulusannya Dibatalkan

Baca: Ketika Amirul Hajj Merasakan Langsung Bus Shalawat Bersama Jemaah Haji Merasakan Kepadatan Makkah

Baca: Egy Maulana Vikri dkk Tersingkir dari Liga Europa Usai Bocah Ajaib Cetak Gol Menit 118

Menurutnya, aksi yang dilakukannya itu hanyalah untuk menunjukkan kebudayaan dari Banten yakni debus. Ia menilai atraksi itu bukan dilakukan untuk menakuti warga namun hanya sebagai hiburan semata. 

Abah Grandong juga menegaskan aksi dilakukan secara tertutup, dimana tidak ada warga yang melihat hal tersebut.

Aksi itu hanya diketahui oleh pihak keamanan Security dari sebuah perusahaan.

"Dalam melakukan aksinya suasana aktifitas di sekitar tidak ada pedagang, dan kami tidak ada niatan untuk menakuti warga sekitar," ujar Abah.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat melakukan aksi debus memakan kucing itu dirinya sudah berada diluar kesadaran. Ia mengklaim menggunakan ilmu kebatinan tanpa sepengetahuan orang awam.

"Untuk aksi memakan kucing ini jangan sekali-kali dilakukan atau diperagakan tanpa adanya orang ahli, kami juga aksi ini hanya cukup sekali saja," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas