Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terekam E-TLE dalam 52 Hari

Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat 11.290 pelanggar terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic low enforcement (e-TLE) dalam 52 hari.

Belasan Ribu Pelanggar Lalu Lintas Terekam E-TLE dalam 52 Hari
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah kendaraan melintasi kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dengan fitur tambahan yang dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap, dan batas kecepatan mengemudi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat 11.290 pelanggar terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic low enforcement (e-TLE) dalam 52 hari.

Catatan tersebut dari kurun waktu Senin, 1 Juli hingga Rabu, 21 Agustus 2019. Pelanggar terekam dari tiga jenis kamera pemantau.

"Pengendara tidak mengenakan sabuk pengaman 8.150, pengendara melanggar area ganjil genap 2.436 dan pengendara menggunakan telepon genggam selama mengemudi 704. Total seluruh 11.290 selama 52 hari," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP I Made Agus Prasatya, Jumat (23/8/2019).

Sementara pelanggar yang telah mengonfirmasi, jumlahnya mencapai 11.013 orang, pelanggar yang telah melakukan pembayaran denda 4.585 orang, pelanggar yang telah terkirim ke pengadilan dan telah mendapat amar putusan dari pengadilan 8.356 orang.

"Data ini merupakan akumulasi jumlah pelanggar sejak e-TLE mulai beroperasi, yakni 1 November 2018 sampai 21 Agustus 2019," tutur Agus.

Baca: Sosok Armenda, Siswa SMA yang Memiliki Tinggi Badan 2,6 Meter, Pintu Rumah Terpaksa Dibongkar

Baca: ETLE Tidak Berfungsi Selama Listrik Padam, Hanya 169 Pelanggar Lalin yang Terekam

Baca: Jadi Wakil Rakyat, Tina Toon Berharap Masuk Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ini Alasannya

Baca: Setelah Dilepas Persib Bandung, Ini Rencana Bojan Malisic Selanjutnya

Agus menyebut, pihaknya rutin melakukan evaluasi terhadap hasil pelanggaran tersebut. Menurutnya jumlah pelanggar turun dua persen.

Seperti diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik sejak 1 November 2018.

Mulanya baru ada dua kamera e-TLE, kemudian ditambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru pada Senin, 1 Juli 2019.

Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE pada pertama operasi, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL).

Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.

Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin.

Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas