Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BJ Habibie Meninggal Dunia

Cerita TB Hasanuddin: Romantisme Pak Habibie dan Ibu Ainun Bikin Iri

Tugasnya sebagai ajudan pribadi dalam mengawal BJ Habibie selesai pada saat di rumah, ketika Ainun sudah di samping Habibie.

Cerita TB Hasanuddin: Romantisme Pak Habibie dan Ibu Ainun Bikin Iri
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Mantan Ajudan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Tubagus Hasanuddin saat menyambangi kantor Redaksi Tribunnews.com, Jumat (13/9/2019) di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Tubagus (TB) Hasanuddin mengenang Presiden Ketiga BJ Habibie yang selalu romantis dengan istri tercintanya Hasri Ainun Habibie semasa hidup. Kisah cinta dan kesetiaannya kepada istrinya, menurut Hasanuddin bisa membuat orang iri.

"Tidak pernah saya melihat dan mendengar pak Habibie dan ibu Ainun cekcok," kenang Mayor Jenderal Purnawirawan Tubagus (TB) Hasanuddin saat menyambangi kantor Tribunnews.com, Jumat, (13/9/2019).

Baca: Tak Henti Nangis di Makam BJ Habibie, Bunga Citra Lestari: Eyang Pria Paling Hebat bagi Hidup Aku

TB Hasanuddin pernah menjadi ajudan hingga BJ Habibie lengser sebagai Presiden Ketiga Republik Indonesia. Hasanuddin melanjutkan ceritanya lagi. Selama dirinya menjadi ajudan, saat itu masih berpangkat kolonel, BJ Habibie dan istri tercintanya sama sekali tak pernah menampakkan wajah muram, apalagi cemberut. Keduanya selalu tersenyum, dan tak pernah melihat keduanya bertengkar.

"Kamar Pak Habibie itu bahkan tidak ada peredam suaranya. Jadi kalau ada cekcok pasti saya dengar, tapi saya tidak pernah dengar sama sekali. Karena kamar saya ketika itu tidak terlalu jauh," tegasnya.

Ia juga masih mengingat hal-hal yang dilakukan Ainun setiap pagi sebelum pak Habibie akan pergi. "Setiap pagi, Ibu Ainun membuatkan sarapan roti sambil mengoles selai, pak Habibie itu dihadapannya, sambil menatap Ibu. Lalu, ibu memberikan roti yang sudah dioles selai kepada bapak," Hasanuddin mengingat.

"Kemudian bapak makan (roti itu) lalu mencuil sedikit rotinya itu dan menyuapi Ibu Ainun. Ibu melanjutkan mengoleskan selai dan roti selanjutnya untuk sarapan bapak," kenang Hasanuddin, sambil menirukan gerakan pada momen romantis keduanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan dan Mantan Ajudan Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Tubagus Hasanuddin, lulusan Akmil 1974, kunjungi kantor Redaksi Tribunnews.com, Jumat (13/9/2019) di Jakarta. Dalam kunjungannya TB Hasanuddin disambut langsung oleh Direktur Grup Regional of Newspaper Kompas Gramedi, Febby Mahendra Putra dan langsung bercerita tentang sosok almarhum Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie semasa menjadi ajudannya. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Tubagus Hasanuddin 

Setelah sarapan, BJ Habibie melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Pelukan hangat dari istri tercinta, cerita Hasanuddin lagi untuk BJ Habibie. Yang setiap hari dilakukan untuk memulai aktivitas.

"Begitu juga saat bapak pulang ke rumah. Ibu Ainun sudah menyambut dengan senyuman di depan pintu. Ibu menggandeng tangan bapak sambil jalan masuk ke rumah. Romantisme Pak Habibie dengan ibu Ainun bisa bikin kita iri," tutur Hasanuddin.

Baca: Teladan Bapak Teknologi, Ilham Habibie: Sampai Akhir Hayat, Bapak Tidak Mau Berhenti Belajar

Tugasnya sebagai ajudan pribadi dalam mengawal BJ Habibie selesai pada saat di rumah, ketika Ainun sudah di samping Habibie.

Ainun Habibie ok

Baca: Isi Surat Romantis Ibunda BJ Habibie yang Tersimpan di Museum Al Quran

"Saat bapak sampai rumah dan ibu menyambut, lalu saya ambil tas bapak dan saya letakkan di tempatnya. Tugas saya selesai, lalu saya istirahat ke kamar," ucapnya sambil mengingat kemesraan Habibie dan Ainun.

"Dan saya tidak pernah melihat bapak dan ibu pergi berdua, tujuannya berbelanja. Kalau mau beli sesuatu sudah ada yang urus. Kalau bapak dan ibu pergi berdua saya juga tetap mengawal, hanya saja jaraknya agak berjauhan," lanjutnya saat mengingat masa-masa itu.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas