Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik KPK

Saat Saut Situmorang Diskusi dengan Pimpinan KPK Lainnya di Warung Pecel, Ini yang Mereka Bahas

Saut menjelaskan, setelah menyampaikan keinginannya untuk mundur, ia didatangi oleh pimpinan KPK lainnya, Agus Rahardjo, Laode M Syarif dan Basaria

Saat Saut Situmorang Diskusi dengan Pimpinan KPK Lainnya di Warung Pecel, Ini yang Mereka Bahas
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua KPK, Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (kanan) dan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (kiri) memberikan keterangan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019). Dalam keterangannya, ketiga pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden Joko Widodo terkait menyikapi sejumlah serangan terhadap KPK belakangan ini. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Saut Situmorang menyesalkan keputusan dirinya mundur tersebar luas ke publik.

Padahal, keputusan mundur itu menurut dia hanya disampaikan dilingkup internal KPK.

Saut menjelaskan, setelah menyampaikan keinginannya untuk mundur, ia didatangi oleh pimpinan KPK lainnya, Agus Rahardjo, Laode M Syarif dan Basaria Panjaitan.

Baca: Putin: Serangan Drone ke Kilang Minyak Saudi Tak Pengaruhi Stabilisasi Pasar Energi Global

Baca: Gempar, Jasad Lelaki Leher Terjerat Tali, Kaki Terikat Jaket di Hutan di Pasuruan

Baca: Perjalanan Hidup Chrisye - Lika-liku Karier hingga Meninggal Karena Kanker Paru-paru

"Ketika saya mundur itu kan Pak Agus, Bu Basaria, Laode datang mengajak saya. Kami makan pecel di depan Makam Kalibata," cerita Saut saat ditemui Tribunjogja.com seusai acara Pagelaran Dongeng Jogja di Hutan Pinus Sari Bantul, Minggu (15/9/2019).

Di warung tersebut, kata Saut, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan supaya dirinya jangan terlebih dahulu mundur, karena masih banyak pekerjaan, di antaranya ada pelantikan Sekjen, Deputi hingga Direktur.

Sisa kerjaan di KPK masih sampai Desember 2019 mendatang.

Saut mengaku sudah terlanjur mengungkapkan keputusan dirinya untuk mundur.

Ia tinggal menunggu jawaban persetujuan.

Apakah keinginan mundurnya diterima atau tidak.

"Karena memang saya diangkat pihak eksekutif dan (ketika keputusan saya mundur disetujui) saya harus terima," ucap dia.

Baca: Sekjen PDIP: Kekuasaan Awak KPK Tak Terbatas

Baca: Jokowi Disarankan Segera Tunjuk 3 Plt Pimpinan KPK Sikapi Mundurnya Agus Rahardjo Cs

Baca: Busyro Muqoddas: Istilah Taliban di KPK Adalah Sebutan untuk Tim Penyidik yang Militan

Keputusan mundur, menurut dia masih sangat debatable, karena ada yang mengatakan 'Pak saut katanya berani kok jadi penakut'.

"Ya saya berani mundur. Tetapi berani juga tidak mundur dong. Bisa debatable lagi. Jadi ini kita lihat beberapa jam ke depan. Bagaimana KPK bisa bekerja terlebih dahulu. Itu yang penting," kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...

Berita Terkait :#Polemik KPK

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas