Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Massa Mahasiswa Merangsek Lagi, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Gas Air Mata

Sekira pukul 18.20 WIB, petugas kembali memukul mundur mahasiswa yang kembali berkerumun di depan Gedung DPR selepas maghrib.

Massa Mahasiswa Merangsek Lagi, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Gas Air Mata
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kericuhan kembali terjadi antara massa pendemo yang menolak pengesahan revisi UU KPK dan sejumlah UU lainnya dengan petugas di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Malam tiba. Kericuhan kembali terjadi antara massa pendemo yang menolak pengesahan revisi UU KPK dan sejumlah UU lainnya dengan petugas di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019) petang.

Sebelumnya, kericuhan juga pecah pada sore hari hingga menyebabkan massa berhamburan dan terpecah menjadi beberapa kelompok.

Sekira pukul 18.20 WIB, petugas kembali memukul mundur mahasiswa yang kembali berkerumun di depan Gedung DPR selepas maghrib.

"Tugasmu mengayomi...  tugasmu mengayomi... " nyanyi massa untuk aparat keamanan yang berjaga sebelum kembali dipukul mundur.

Tak berselang lama, tembakan gas air mata pun terlihat melayang-layang di udara menyasar kerumunan massa..

"Mundur, itu gas air mata lagi. Mundur semua mundur," teriak sejumlah massa mahasiswa di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019).

Baca: Video Viral 'Penampakan Naga di Kalimantan' Ini Buat Heboh, Kejadian Tahun 2010 Tak Kalah Heboh

Sontak, kepanikan pun langsung terjadi ketika gas air mata berjatuhan di tengah kerumunan.

Tak jarang, sejumlah mahasiswa terlihat tak kuasa menahan perihnya gas air mata hingga meneteskan air mata dan batuk keras.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas