Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kebuntuan Kasus yang Jerat RJ Lino Mulai Terbuka, KPK Sebut BPK Sudah Mau Hitung

Laode M Syarif menyebut perkembangan tersebut terkait dengan penghitungan kerugian keuangan negara dari kasus itu

Kebuntuan Kasus yang Jerat RJ Lino Mulai Terbuka, KPK Sebut BPK Sudah Mau Hitung
Harian Warta Kota/henry lopulalan
SAKSI MOBILE CRANE - Mantan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino ketika menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Buggur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/3). Rj Lino menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane dengan terdakwa Ferialdy Noerlan dan Haryadi Budi Kuncoro. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M  Syarif menyatakan ada perkembangan yang bagus dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II dengan tersangka mantan Dirut Richard Joost Lino (RJ Lino).

Laode M Syarif menyebut perkembangan tersebut terkait dengan penghitungan kerugian keuangan negara dari kasus itu.

Baca: 7 Kuliner Pedas di Semarang, Wajib Dicoba saat Liburan ke Jawa Tengah

"Ada perkembangan yang bagus, misalnya, untuk perkaranya Pak RJ Lino, sekarang BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sudah mau menghitung," sebut Syarif disela-sela kegiatan Media Gathering di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2019).

Diketahui, KPK memang terbentur soal perhitungan kerugian keuangan negara dalam penyidikan kasus RJ Lino yang sudah berjalan empat tahun ini.

BPK juga sebetulnya telah mulai proses perhitungan sejak lama.

Hanya saja, prosesnya baru menemui titik terang.

"Baru akhir-akhir ini saja itu mulai lancar (prosesnya) dan semoga itu lebih cepat," ujar Laode M Syarif.

Selain dari BPK, KPK juga menggandeng asesor independen yang ahli dari Indonesia dalam memetakan data harga QCC pembanding dari China.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. Didera Isu Pelemahan, KPK Kembali Gelar OTT, 9 Pejabat Perum Perindo Diamankan
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif. Didera Isu Pelemahan, KPK Kembali Gelar OTT, 9 Pejabat Perum Perindo Diamankan (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)

Belakangan, KPK terkendala soal perhitungan kerugian keuangan negara lantaran Mutual Legal Assistance (MLA) pada otoritas China tak kunjung ditanggapi.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas