Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Digelari Pahlawan Nasional, Ini Kiprah Nyata Abdul Kahar Muzakir di Dunia Pendidikan

Setibanya di tanah air atau di tahun 1940-an, ia mendirikan sekolah tinggi islam yang menjadi cikal bakal UII Yogjakarta

Digelari Pahlawan Nasional, Ini Kiprah Nyata Abdul Kahar Muzakir di Dunia Pendidikan
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Pahlawan Nasional KH Abdul Kahar Mudzakkir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi menyematkan gelar pahlawan nasional pada sejumlah tokoh di Istana negara, pada Jumat (8/11/2019).

Satu di antaranya adalah Abdul Kahar Muzakir, rektor pertama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang juga tokoh Muhammdiyah.

Baca: Anggap Mahasiswa Tak Masalahkan UU KPK Hasil Revisi, Ruhut Sitompul: Semua Baik Duduk di Boncengan

Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sudarnoto Azeth menceritakan kiprah nyata seorang Abdul Kahar Muzakir di dunia pendidikan Indonesia.

Abdul Kahar Muzakir merupakan sarjana hukum yang menamatkan sekolahnya di Mesir.

Setibanya di tanah air atau di tahun 1940-an, ia mendirikan sekolah tinggi islam yang menjadi cikal bakal UII Yogjakarta.

"Perlu dicatat dengan berdirinya UII maka berkembanglah perguruan tinggi Islam lain di Indonesia," kata Sudarnoto saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Dari UII ini, kemudian Indonesia memiliki banyak sekolah tinggi maupun perguruan tinggi Islam, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) yang sebarannya kini di Indonesia ada 50an lebih.

"Jadi peranan beliau Abdul Kahar Muzakir ini sangat penting dalam pendidikan tinggi Islam Indonesia, beliau itu perintis," kata dia.

Baca: Soal Sindiran Jokowi kepada Surya Paloh, Ketua DPP Nasdem: Bukan Sindiran, Itu Guyonan Keakraban

Ia menambahkan, Abdul Kahar Muzakir merupakan tokoh pendidikan yang sangat religius, dengan kemampuan berbahasa asing seperti Arab dan Belanda, ia memiliki kemampuan diplomasi yang baik.

"Jadi beliau itu tokoh intelektual yang religius. Kontribusi sangat penting untuk bangsa, dan dunia pendidikan," ujar Sudarnoto.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas