Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soal Insiden Terlantarnya Penumpang Sriwijaya, Rolas Sitinjak: BPKN Siap Perjuangkan Hak Konsumen

Rolas menilai, pasang surut hubungan Kerja Sama Manajemen yang melahirkan konflik atau dispute tak seharusnya mengorbankan para penumpang.

Soal Insiden Terlantarnya Penumpang Sriwijaya, Rolas Sitinjak: BPKN Siap Perjuangkan Hak Konsumen
HandOut/Istimewa
Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Sitinjak memberikan perhatian terhadap terlantarnya penumpang Sriwijaya Air, Kamis (7/11/2019) lalu.

BACA: Maskapai Penerbangan Kisruh, Penumpang Sriwijaya Air Terlantar tanpa Diberi Penjelasan

Rolas mengatakan, BPKN siap memperjuangankan hak konsumen yang dirugikan sekaligus meminta perhatian keselamatan terbang tetap diutamakan.

“Penumpang Sriwijaya yang merasa dirugikan bisa menyampaikan laporan kepada BPKN. Nanti ditindaklanjuti masalahnya," katanya di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Rolas menilai, pasang surut hubungan Kerja Sama Manajemen (KSM) antara Siriwjaya Group dan PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) yang melahirkan konflik atau dispute tak seharusnya mengorbankan para penumpang.

Sebab, kata advokat tersebut, penumpang selain sebagai bagian utama keberlangsungan bisnis juga mendapatkan perlindungan hak berdasarkan Undang-undang (UUU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Sangat disayangkan hanya karena konflik kerja sama, konsumen lalu yang menjadi korban. Tidak seharusnya dan tak etis kerja sama bisnis malah merugikan penumpang sebagai penggerak utama bisnis penerbangan,” kata Rolas yang telah memenangkan lima gugatan atas penelantaran penumpang yang dilakukan sebuah maskapai.

Pengalamannya yang pernah ditelantarkan saat akan terbang sehingga membuat gugatan lantaran kerugian bukan hanya soal materi membeli tiket pesawat.

“Tapi kehilangan kesempatan dan waktu yang tak bisa diulang. Saya sendiri tak kesampaian merayakan ulang tahun anak sampai kehilangan kesempatan bisnis karena gagal tanda tangan dengan klien. Jadi, penumpang Sriwijaya yang kemarin gagal berangkat itu juga pasti banyak kehilangan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Lelaki yang sedang menyelesaikan gelar doktor Ilmu Hukum terkait perlindungan konsumen dari Universitas Trisakti Jakarta ini menilai, citra kedua maskapai tersebut bisa memburuk lantaran menurunnya kepercayaan publik.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas