Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT KPK di Medan

KPK Telisik Percakapan Anggota DPRD Medan Akbar Himawan Dengan Dzulmi Eldin

KPK menelisik seputar percakapan Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Golkar Akbar Himawan Buchori dengan Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin.

KPK Telisik Percakapan Anggota DPRD Medan Akbar Himawan Dengan Dzulmi Eldin
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik seputar percakapan Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Golkar Akbar Himawan Buchori dengan Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, Akbar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta dalam kasus penerimaan suap terkait proyek dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Medan.

"Terhadap saksi Akbar Himawan, KPK mendalami pengetahuannya tentang proyek-proyek di Kota Medan dan komunikasi yang dilakukan saksi dengan Wali Kota Medan," kata Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Baca: Aktivitas Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Diungkap Polri, hingga Kini 8 Orang telah Ditangkap

Febri Diansyah mengatakan, dari empat orang saksi yang diagendakan diperiksa hari ini, hanya ada dua saksi yang hadir yakni Akbar Himawan Buchori dan I Ketut Yada.

Sementara dua saksi lainnya, Syarifuddin Dongoran dan M Khairul tidak memenuhi panggilan KPK.

KPK menduga masih ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus ini.

Berdasarkan keterangan dari Rita Maharani selaku istri dari Wali Kota Dzulmi yang diperiksa pada Senin (11/11/2019), KPK sempat mencecarnya seputar dugaan keterlibatan pihak lain yang ikut 'saweran' untuk plesiran keluarganya saat perjalanan dinas wali kota ke Jepang.

Baca: Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan Diamankan Polisi: Lebih Dulu Terpapar Radikalisme

Akbar Himawan Buchori sendiri telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh KPK.

Ia dicegah bepergian ke luar negeri untuk enam bulan kedepan terhitung sejak 5 November 2019.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#OTT KPK di Medan

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas