Ajak Pengusaha Kemasan Indonesia Temukan Tren Teknologi Terbaru di Interpack 2020
Interpack adalah pameran B2B terbesar industri pengemasan dan industri lainnya akan kembali digelar di Düsseldorf Jerman pada tanggal 7–13 Mei 2019
Editor: Eko Sutriyanto
Kini para pelaku industri di Indonesia, juga melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan dan mengikuti tren ini agar tidak tersisih dalam persaingan global.
Selain itu penggunaan kemasan ramah lingkungan merupakan suatu keperluan yang harus di terapkan oleh setiap pelaku industri di Indonesia mengingat saat ini dunia tengah diramaikan oleh isu-isu mengenai bahaya limbah yang berasal dari sampah produk terutama limbah plastik.
Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (FPI) Henky Wibawa menekankan pentingnya sustainable packaging dalam mempromosikan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik, mengurangi bahaya terhadap lingkungan, dan dalam jangka panjang menurunkan biaya.
"Penting memikirkan kembali desain kemasan dan pembuatannya dalam penerapan Industri 4.0. 81% dari dampak lingkungan suatu produk berada pada tahap desain," ujar Henky Wibawa.
Baca: Melihat Hari Terakhir Para Penghuni Lokalisasi Gambilangu Semarang Sebelum Ditutup
Henky menekankan pentingnya mengadopsi desain berkelanjutan dalam kemasan sebagai satu pendekatan untuk produksi kreatif yang mendasari pengambilan keputusan yang efektif terhadap pengurangan dampak pada masyarakat dan lingkungan.
Merancang kemasan makanan dan minuman dengan paradigma ramah lingkungan meningkatkan kelayakan produk.
Hal ini karena bahan yang dapat digunakan kembali menciptakan nilai baru, tidak hanya untuk perusahaan itu sendiri tetapi juga untuk pengguna dan bisnis lain yang akan menggunakan dan menggunakan kembali bahan tersebut.
"Dengan teknologi baru dan pendekatan desain, pengemasan dapat membantu mencegah pemborosan makanan di berbagai tahapan rantai nilai. Pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan pameran Interpack 2020 untuk mengakses teknologi terbaru dalam pengemasan agar tetap dapat bersaing," ujar Henky Wibawa.