Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Staf Khusus Jokowi

Angkie Yudistia Tegaskan Staf Khusus Milenial Jokowi Bukan Pajangan

Angkie Yudistia menjawab tudingan sejumlah pihak soal posisinya sebagai staf khusus (Stafsus) Presiden Jokowi.

Angkie Yudistia Tegaskan Staf Khusus Milenial Jokowi Bukan Pajangan
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Staf khusus (Stafsus) presiden Angkie Yudistia saat membuka diskusi Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional PKP Indonesia di Hotel Mercure, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angkie Yudistia menjawab tudingan sejumlah pihak soal posisinya sebagai staf khusus (Stafsus) Presiden Jokowi.

Angkie membantah, jika jabatan stafsus hanya sebagai 'pajangan' Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Angkie saat membuka diskusi Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional PKP Indonesia di Hotel Mercure, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Baca: Stafsus Angkie Yudistia Berharap Penyandang Disabilitas Bisa Berpartisipasi di Pilkada 2020

"Kalau media bilang stafsus milenial cuma 'pajangan' Presiden, banyak banget bilang seperti itu, tapi kami yang di dalam enggak," kata Angkie.

Angkie menjelaskan, para stafsus milenial yang dipilih presiden Jokowi telah melalui proses asesmen yang ketat.

Selain itu, Angkie menyebut, stafsus milenial harus memiliki semangat yang sama untuk membangun bangsa.

Baca: Rumah Sang Kakak Jadi Saksi Pernikahan Cut Tari dan Richard Kevin

"Ketika ditawari, kami mengikuti asesmen. Itu cukup lama dan ribet juga. Banyak pertanyaan sulit," kata Angkie.

"Kami ingin bagaimana berkontribusi untuk pembangunan negara," tambahnya.

Sebagai penyandang tunarungu, Angkie mengatakan, para stafsus milenial memiliki cara kerja yang berbeda.

Baca: VIRAL Cerita Gadis Lumpuh Pasca Jatuh Karena Kursinya Ditarik Teman, Tak Ingin Ada Korban Lain Lagi

Ia menyebut stafsus milenial selalu membuat program-program berdasarkan permasalahan.
Terutama, permasalah yang ada di tataran masyarakat paling bawah.

"Kami di kelompok milenial bikin program berangkat dari masalah. Datanya yang paling kuat sehingga kami bentuk program," jelas Angkie.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas