Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kaleidoskop 2019: Marak Kasus Skimming Bobol ATM

Tindakan ilegal itu dilakukan melalui cara penyalinan informasi yang terdapat pada strip magnetik yang ada pada kartu kredit atau debit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kaleidoskop 2019: Marak Kasus Skimming Bobol ATM
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) kembali menangkap empat orang warga negara asing (WNA) yang melakukan skimming atau pencurian data elektronik pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Keempat pelaku AVH (37), YMH (33), IVN (36), dan KIY (36). Mereka berasal dari tiga negara berbeda. 

Kemudian pada Maret 2019, berkas terkait kasus ini pun rampung.

Sehingga Polda Metro Jaya melimpahkan tahap pertama berkas itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada 26 Maret 2019.

Seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

"Untuk kasus tersangka RP tanggal 26 (Maret), berkas perkara sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi Jakarta ya," ujar Argo.

Kepolisian Polda Metro Jaya pun berharap berkas itu P-21 atau dinyatakan lengkap, agar kasus ini bisa segera disidangkan.

Polisi pun sebelumnya melakukan pencarian informasi terkait pihak yang menjual mesin ATM yang digunakan oleh Ramyadjie.

Karena Ramyadjie menyimpan mesin ATM tersebut di dalam kamarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

- April 2019

Kasus skimming ini pun memasuki babak baru pada April 2019.

Ramyadjie dijadwalkan segera disidangkan karena Kejati DKI Jakarta menyatakan bahwa berkas perkaranya telah P-21.

Keputusan tersebut berdasar pada Surat Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Nomor B-3414/0.1.4/Epp.1/04/2019 tanggal 15 April 2019.

Pada 25 April 2019, Ramyadjie serta seluruh alat bukti pun diserahkan ke Kejati DKI Jakarta.

"Selanjutnya akan diadakan proses pelimpahan barang bukti dan tersangka pada Kamis, 25 April 2019," kata Argo, Rabu (24/4/2019).

Perlu diketahui, saat melakukan aksinya, Ramyadjie diduga mengenakan jilbab untuk menyamarkan identitasnya.

Ia juga diketahui tergabung dalam sebuah komunitas online di deep web, hal itu dilakukan untuk memperoleh data-data nasabah yang menjadi target dari aksi skimmingnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas