Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Jaksa Agung Sebut Belum Ada Relevansi Panggil Rini Soemarno Jadi Saksi Kasus Jiwasraya

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut belum ada relevansi untuk memanggil mantan Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai saksi dalam kasus Jiwasraya.

Jaksa Agung Sebut Belum Ada Relevansi Panggil Rini Soemarno Jadi Saksi Kasus Jiwasraya
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Jaksa Agung ST Burhanudin membeberkan kelanjutan kasus Asuransi Jiwasraya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut belum ada relevansi untuk memanggil mantan Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai saksi dalam kasus Jiwasraya.

"Saya akan memeriksa saksi-saksi yang mengarah ke tindak pidana dulu," kata Burhanuddin saat di kantor Badan Pemerimsa Keuangan RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Pihaknya masih belum menemukan keterlibatan Rini Soemarno dalam lingkaran kasus gagal bayar Jiwasraya.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besok Kamis, 9 Januari 2020: Jakarta Pusat Hujan Lebat Pagi Hari

"Apakah akan ada relevansinya, kami belum tahu. Kalau dari lingkaran ini ada yang menuju ke situ, pasti (diperiksa), tapi sampai saat ini belum ada," katanya.

Seperti diketahui, Jaksa Agung ST Burhanudin membeberkan dugaan adanya korupsi dibalik carut marutnya keuangan PT Asuransi Jiwasraya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Dari hasil penyidikan sementara, Burhanuddin mengungkapkan, kerugian negara yang ditaksir asuransi Jiwasraya mencapai lebih dari Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019.

"PT Jiwasraya sampai dengan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun. Ini merupakan perkiraan awal dan diduga akan lebih dari itu," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Baca: BPK Molor 2 Jam Umumkan Kasus JIwasraya, Minta Waktu Lagi 2 Bulan untuk Ungkap Tuntas

"Dari proses penyidikan itu, dia bilang, pihaknya juga mengendus adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

"Hal ini terlihat pada pelanggaran prinsip hati-hati yang dilakukan PT Jiwasraya yang telah banyak investasi aset-aset risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi," tuturnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas