Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

ICW Enek Dengar UU KPK Tak Memperlemah Kinerja KPK: Pasang KPK Line di Gedung Partai Lebih Susah

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz heran dengan kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.

ICW Enek Dengar UU KPK Tak Memperlemah Kinerja KPK: Pasang KPK Line di Gedung Partai Lebih Susah
YouTube Indonesia Lawyers Club
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz (Tangkap Layar YouTube Indonesia Lawyers Club). 

TRIBUNNEWS.COM - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz heran melihat kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.

Hal tersebut terkait masalah yang terjadi saat KPK hendak menggeledah kantor DPP PDIP.

Penggeledahan tersebut terkait pengembangan kasus dugaan suap yang melibatkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan politisi PDIP, Harun Masiku.

Dugaan suap tersebut soal pergantian antar waktu (PAW) PDIP.

Terkait hal itu, Donal mengaku dirinya heran pada kondisi KPK saat di bawah pimpinan barunya.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, usai sidang pembacaan putusan di Mahakamah Konstitusi Jakarta Pusat pada Rabu (11/12/2019).
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, usai sidang pembacaan putusan di Mahakamah Konstitusi Jakarta Pusat pada Rabu (11/12/2019). (Gita Irawan)

Pernyataan tersebut disampaikan Donal dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (14/1/2020).

"Saya nggak tahu apa yang terjadi di level pimpinan KPK hari ini terkait dengan kasus ini."

"Apakah ada kegamangan ketika melibatkan partai besar, partai penguasa," jelas Donal.

Donal mengungkapkan, tantangan KPK saat ini adalah soal penegakkan pemberantasan korupsi di bawah UU KPK yang baru.

"Tantangan KPK ini yang paling tegas, saya rasanya enek juga mendengar kalimat-kalimat UU KPK tidak memperlemah penindakan kerja-kerja KPK."

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas